Minggu, 08 Januari 2017

CARA BETERNAK BABI


1. Memilih bibit yang baik
Pemilihan bibit yang baik merupakan langkah awal keberhasilan suatu
usaha peternakan. Syarat-syarat yang perlu diperhatikan pada waktu
memilih bibit:
a. Babi yang sehat, bentuk tubuh yang baik ciri-cirinya : letak
puting simetris dan jumlah 12 buah kiri dan kanan, ambing yang
besar dengan saluran darah terlihat jelas, tubuh yang padat dan
kompak, kaki yang tegap dan kokoh, tubuh yang panjang
dibandingkan dari babi-babi yang sama umur.
b. Anak babi yang akan di ternakan sebaiknya berasal dari induk
yang sering menghasilkan anak banyak atau biasanya
mempunyai anak lebih dari 5 ekor dalam satu kelahiran dan
sanggup atau menjaga anak-anaknya sampai saat lepas susu,
maupun pejantan yang sanggup atau mempunyai kemampuan
kawin serta menghasilkan anak lebih dari 5 ekor.
2. Pemeliharaan
Anak babi sejak lahir sampai berumur 10 hari menghadapi suatu masa
kritis sebab anak babi sangat sensitif dan tidak berdaya menghadapi
lingkungan yang berat. Kematian anak babi sangat menonjol apabila
tatalaksana dan pemeliharaan induk dan anak kurang baik. Oleh karena itu perlu diperhatikan beberapa hal dalam pemeliharaan
anak-anak babi misalnya:
- Pembuatan kandang dengan sekat pengaman dalam kandang,
tempat makan.
- Menjaga kebersihan kandang secara teratur dan kontinyu.
- Segera setelah anak babi lahir, tali pusar diolesi obat merah
untuk menghindari infeksi.
- Memberi makan dan minum secara teratur.
- Bila induk babi mati, anak babi yang masih kecil dapat dipisahkan
ke induk yang lain atau diberi susu pengganti sebanyak
0,2-0,4 liter/ekor/hari sampai umur 4-5 minggu.
Babi jantan yang digunakan sebagai pejantan pada umur 10 bulan
dapat mengawini 1 sampai 2 ekor babi betina/hari dan dalam seminggu
jangan lebih dari 3 kali kawin.
Perbandingan jumlah pejantan dan induk babi 1 ekor : 8-10 ekor. Anak
babi yang tidak digunakan sebagai calon pejantan sebaiknya segera
dikebiri berumur kira-kira 3 minggu.
Babi yang digunakan sebagai calon induk dikawinkan pertama kali
pada umur 9 bulan, sedangkan induk babi yang baru melahirkan sudah
dapat dikawinkan kembali setelah umur 12 minggu atau setelah
anaknya disapih.
3. Perkandangan
Ada dua jenis kandang untuk peternakan babi.
1. Jenis kandang tunggal : Kandang yang terdiri satu baris
memanjang yang dipetak-petak.
2. Jenis kandang ganda : Kandang yang terdiri dari dua baris yang
letaknya saling berhadapan atau mempunyai jalan ditengah
untuk dapat memberikan pelayanan dan perawatan terhadap
ternak babi.
Syarat-syarat yang harus diperhatikan dalam pembuatan kandang
babi :
a. Kandang dibangun dengan model terbuka dibagian atas dinding
kandang, supaya mendapat cukup sinar matahari dan
pertukaran udara yang cukup baik. Bagian bawah kandang
kalau memungkinkan dapat dibuat tembok setinggi 1 meter.
b. Lantai kandang sebaiknya dibuat dari dasar yang kuat dan kalau
memungkinkan dapat dibuat lantai semen, tetapi usahakan
jangan terlalu licin serta sedikit miring.
c. Disamping kandang dibuat saluran air, yang berfungsi
membuang kotoran sewaktu membersihkan kandang. Lebar
maupun dalam saluran kurang lebih 25 cm dan agak miring,
kemudian letak pembuangan kotoran agak jauh dari kandang.
d. Atap dapat dibuat dari seng tetapi sebaiknya terbuat dari bahan
yang tidak menyerap panas misalnya daun sagu atau daun
alang-alang.
e. Luas kandang
- Kandang beranak dengan ukuran 2,5 meter panjang dan
lebar 1,5 meter
- Kandang untuk ekor pejantan berukuran 3 x 2 meter.
- Kandang untuk babi berumur 3 bulan - 1 tahun dengan
ukuran panjang 1 meter dan lebar 1 meter untuk tiap
ekor.
4. Ransum dan Cara Pemberiannya
Makanan untuk babi biasanya merupakan campuran basil-basil
pertanian dan basil-basil ikan, sisa-sisa dapur/warung, hijauan muda
sebagai sumber vitamin seperti kangkung, keladi, ketela pohon, garam
dapur dan lain-lain.
Susunan makanan yang diberikan seperti bungkil kelapa, dedak,
jagung, sisa-sisa ubi kayu, ubi jalar dan daun-daun ikutan pertanian.
Jumlah makan yang diberikan:
- Untuk anak babi berumur kurang lebih 8 minggu 0,25 kg/
ekor/hari
- Untuk anak babi berumur 1 tahun sebanyak 2 kg/ekor/hari.
- Untuk induk yang tidak menyusui/ tidak bunting kurang lebih 2
kg/ekor/hari.
- Untuk induk babi yang bunting sebanyak kurang lebih 2,5
kg/ekor/hari.
- Untuk induk menyusui 2 kg/ekor/hari ditambah dengan jumlah
anak dikalikan 0,25 kg/ekor/hari.
- Untuk pejantan sebanyak 3 – 4 kg/ekor/hari.
Makanan diberikan 2-3 kali sehari dan tidak mutlak harus dimasak
karena zat-zat vitamin dalam campuran makanan yang dimasak akan
rusak atau hilang, namun ada pula yang perlu dimasak seperti ubi
kayu, daun keladi dan kacang kedelai sebab mengandung racun, dapat
menimbulkan gatal gatal, mengandung zat anti metabolik.
Ternak babi disamping membutuhkan makanan juga membutuhkan air
minum yang bersih setiap hari dan disediakan secara tak terbatas
dalam kandang sehingga babi dapat minum sesuai dengan
kebutuhannya


sumber :kalangansendiri.blogspot.co.id/cara_beternak_babi/. diakses pada : 11 januari 2017

Rabu, 04 Januari 2017

PENYULUHAN PERTANIAN

THANKS TO : ADIRISWANTO ADMIN TERNAKASOY
Penyuluhan pertanian berasal dari kata penyuluhan dan pertanian (Ibrahim dkk, 2003).  Dijelaskan lebih lanjut bahwa secara harafiah bahasa penyuluhan berasal dari kata “suluh” yang berarti “obor” atau “pelita” atau pemberi terang.  Sedangkan pertanian didefinisikan sebagai proses produksi yang memanfaatkan pertumbuhan dan perkembangan tanaman serta hewan.  
Dalam Undang-Undang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (SP3K) Tahun 2006 Bab I, Pasal 1, Ayat 2 dijelaskan bahwa penyuluhan pertanian, perikanan, kehutanan yang selanjutnya disebut penyuluhan adalah proses pembelajaran bagi pelaku utama serta pelaku usaha agar mereka mau dan mampu menolong dan mengorganisasikan dirinya dalam mengakses informasi pasar, teknologi, permodalan, dan sumber daya lainnya, sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha, pendapatan, dan kesejahteraannya, serta meningkatkan kesadaran dalam pelestarian fungsi lingkungan hidup.
Penyuluhan dapat diartikan sebagai proses perubahan sosial, ekonomi dan politik untuk memberdayakan dan memperkuat kemampuan masyarakat melalui proses belajar bersama yang partisipatif, agar terjadi perubahan perilaku pada diri semua stakeholders(individu, kelompok, kelembagaan) yang terlibat dalam proses pembangunan, demi terwujudnya kehidupan yang semakin berdaya, mandiri, dan partisipatif yang semakin sejahtera secara berkelanjutan (Mardikanto, 2009).  Dijelaskan lebih lanjut bahwa penyuluhan pertanian merupakan bagian yang tak terpisahkan dari proses pembangunan/pengembangan masyarakat dalam arti luas.
Penyuluhan merupakan proses komunikasi, artinya di dalam penyuluhan terjadi proses penyampaian pesan dari seseorang sebagai sumber pesan kepada seseorang orang atau sekelompok orang sebagai penerima pesan (Sutoyo, 2011).  Dijelaskan lebih lanjut bahwa pesan yang dikirimkan berupa inovasi baru, yakni bisa ide, teknologi, atau obyek yang dianggap baru oleh individu atau sekelompok individu.
Reference :

Ibrahim, Jabal Tarik. Arman Sudiyono. dan Harpowo. 2003.  Komunikasi dan Penyuluhan Pertanian. Banyumedia Publishing, UMM Press, Malang.
Mardikanto, Totok. 2009.  Sistem Penyuluhan Pertanian. Sebelas Maret University Press. Surakarta.  
Sutoyo. 2011. Hakekat Media Penyuluhan.  Diakses 25 September 2012.  http://sutoyoagribisnis.blogspot.com/2011/08/media-penyuluhan-pertanian.html 
Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (SP3K).  
THANKS TO : ADI RISWANTO : http://zonaternakasoy.blogspot.co.id/. DIAKSES PADA 4 JANUARI 2017

10 Manfaat Super Susu Kambing Etawa bagi Kesehatan


Nah, pada artikel berikut ini, SAPICOOL akan membahas tentang manfaat susu kambing etawa secara terperinci dan lengkap. Dengan melihat kandungan nutrisi yang sangat beragam dan komplit, tidak mengherankan jika manfaat susu kambing etawa juga terbilang banyak dan bermacam-macam. Apa saja manfaat susu kambing etawa tersebut? Berikut ulasan lengkap tentang manfaat susu kambing etawa bagi kesehatan.

Manfaat, Khasiat, dan Kegunaan Susu Kambing Etawa

1. Memiliki sifat anti-inflamasi alami

Susu kambing etawa dihomogenisasi secara alami. Gelembung-gelembung lemak yang terdapat pada susu kambing etawa ini dapat memecahkan diri menjadi bagian yang lebih kecil jika dibandingkan dengan susu sapi. Hal ini bermanfaat untuk mempermudah pencernaan dan penyerapan makanan oleh tubuh. 

Nah, bagi orang yang menderita masalah usus atau gangguan percernaan yang disebabkan oleh inflamasi, susu kambing etawa sangat bagus untuk dikonsumsi. Sifat probiotik yang terdapat dalam susu kambing etawa dapat mendorong pengembangan sistem pencernaan yang lebih baik.

2. Mengandung asam lemak esensial

Susu kambing etawa mengandung sekitar 35% asam lemak lebih tinggi bila dibandingkan dengan susu sapi yang hanya memiliki 17%. Di samping itu, susu kambing etawa lebih terasa khasiatnya jika diminum dalam keadaan masih mentah., bahkan bagi mereka yang tidak toleran laktosa. Susu kambing etawa juga bermanfaat untuk menurunkan kolesterol yang tinggi. Asam lemak antimikroba seperti kaprilat dan asam kaprat ditemukan dalam susu kambing etawa juga berguna untuk memperbaiki sistem pencernaan.

3. Memperbaiki sistem pencernaan

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, susu kambing etawa sangat baik untuk kesehatan pencernaan. Susu ini memiliki kemampuan untuk menenangkan saluran pencernaan Anda dan menekan rasa lapar secara efektif sehingga sangat cocok untuk menurunkan berat badan. Selain itu, tidak adanya protein kompleks dalam susu kambing etawa membuat susu ini kurang alergi bila dibandingkan dengan susu sapi. 
 
4. Tidak menyebabkan alergi
Banyak orang mengeluhkan bahwa susu sapi ternyata dapat membuat mereka alergi dan rentan terhadap penyakit pernapasan. Namun Anda jangan khawatir, susu kambing etawa merupakan alternatif yang sangat ampuh dan mujarab untuk mengatasi masalah tersebut. Kandungan lemak yang tinggi dalam susu sapi merupakan penyebab terjadinya penumpukan lendir yang memicu alergi. Gelembung-gelembung lemak yang terdapat dalam susu kambing etawa hanya sepersembilan dari lemak yang ada dalam susu sapi. Oleh karena itu, iritasi pada usus Anda karena mengkonsumsi susu dapat dihindari.

5. Bertindak sebagai agen metabolik

Penelitian dan studi yang dilakukan pada susu kambing etawa menyimpulkan bahwa susu kambing etawa berhubungan erat peningkatan kemampuan untuk menyerap zat besi dan tembaga, terutama pada orang yang memiliki sistem pencernaan yang terganggu.

6. Kaya kalsium

Meskipun orang mengkonsumsi susu sapi untuk meningkatkan asupan kalsium dan mencegah osteoporosis, ada baiknya Anda juga mencoba susu kambing etawa karena susu kambing etawa sangat kaya akan kalsium dan asam amino triptofan.

7. Sebagai nutrisi baik dan alami

Kambing dikenal sebagai hewan sodium bio-organik sebab berkhasiat untuk meningkatkan semangat, fleksibilitas dan vitalitas bagi orang yang gemar mengkonsumsi susu kambing. Sodium bio-organik merupakan elemen yang menjaga persendian tetap lentur dan sehat. Selain itu, susu kambing etawa juga banyak digunakan sebagai obat untuk memelihara dan regenerasi sistem saraf.

8. Dapat mengobati penyakit TBC dan Asma

Susu kambing etawa ternyata dapat digunakan sebagai obat untuk menyembukan penyakit TBC dan Asma karena mengandung Flourin dan Betakasein. Selain itu, susu kambing etawa juga bermanfaat bagi mereka yang memiliki masalah dengan pernapasan.

9. Baik untuk ibu hamil dan menyusui

Manfaat lain dari susu kambing etawa yaitu sebagai gizi tambahan bagi ibu hamil. Selain itu, dampak mengkonsumsi susu kambing etawa pada ibu hamil akan menyehatkan janin juga. Sedangkan bagi ibu yang menyusui, susu kambing etawa baik untuk memperlancar ASI.

10. Dapat menyehatkan kulit

Tahukah Anda bahwa susu kambing etawa ternyata dapat digunakan sebagai masker wajah dan lulur. Cara ini berguna untuk menghaluskan kulit serta mengecilkan pori-pori wajah sehingga terbebas dari berbagai masalah kulit seperti jerawat.

SUMBER : http://www.magwuzz.com/2014/04/manfaat-susu-kambing-etawa-bagi-kesehatan.html. di akses pada 4 januari 2017

Minggu, 01 Januari 2017

MENGENAI PENYULUH LAPANGAN

Sekilas dari namanya terdengar seperti nama dari sebuah pekerjaan ya haha, yap tugas besarnya ialah menyuluh. Namun sesungguhnya TPL adalah sebuah jurusan yang ada pada delapan institusi pendidikan dibawah naungan kementerian perindustrian republik Indonesia. Tenaga penyuluh lapangan yang kerap disingkat TPL ini merupakan wacana dan program dari pihak kementerian. Mengenai sejarah singkatnya, program ini dilaksanakan atas usulan prof. dr. urata dari jepang. Beliau mengusulkan program ini karena program ini telah berhasil dilaksanakan di jepang yang struktur wilayahnya juga berbentuk Negara kepulauan. Program tersebut dianggarkan oleh pihak kementerian selama sepuluh tahun, dan sekarang telah berjalan untuk periode yang ke tujuh. Program TPL ini bertujuan untuk memajukan industri di daerah Indonesia yang notabene berpulau-pulau sehingga sulit terjangkau pemerintah. Para mahasiswa TPL ini juga bukan mahasiswa sembarangan lho. Mereka yang terpilih telah diseleksi dari jutaan bahkan ribuan pendaftar. Mereka yang telah terpilih pasti memiliki kemampuan khusus baik itu dari segi prestasi yang  presticious  maupun  dari segi prestasi yang sifatnya keorganisasian, dan satu hal penting lainnya para mahasiswa TPL berasal dari kalangan ekonomi menengah kebawah. Keunikan dari kelas TPL ini adalah hampir semua mahasiswa TPL berasal dari background yang berbeda sehingga butuh waktu untuk saling memahami masing-masing karakter sehingga dapat terciptanya kerukunan antar mahasiswa TPL. Terlebih lagi dari pihak kampus saya yakni STMI sendiri menyediakan dan mewajibkan mahasiswanya untuk menetap di asrama meskipun penuh dengan kesederhanaan,yaa kami tentu bersyukur karena kabarnya institusi lain tidak menyediakan asrama bagi mahasiswa TPL nya. Untuk jumlah TPL dari delapan institusi  yang tersebar diseluruh Indonesia selama tujuh periode ini jika saya hitung-hitung berkisar kurang lebih 1800 orang lebih yang saat ini mungkin telah menjadi entrepreneur dan konsultan bagi industry atau bahkan menjadi pegawai negeri. Kelemahan dari program tpl ini yaitu hanya berstatus diploma3.


SUMBER : https://anggaadiwidodo.wordpress.com/2014/03/08/apa-itu-tenaga-penyuluh-lapangan-tpl/.diakses pada 1 januari 2017

KEWIRAUSAHAAN

A. Menganalisis Peluang Usaha
BY :YOHANES CHARLES

A.1 Peluang dan Resiko
Istilah kewirausahaan berasal dari kata wirausaha. Kata wirausaha merupakan gabungan dua kata yang menjadi satu yaitu kata wira dan usaha. Wira artinya pahlawan, laki-laki, sifat jantan, perwira. Usaha artinya kegiatan dengan mengerahkan tenaga, pikiran, atau badan untuk mencapai suatu maksud. Usaha juga berarti pekerjaan (perbuatan, prakarsa, ikhtiar, daya upaya) untuk mencapai sesuatu. Usaha dibidang perdagangan (dengan maksud mencari keuntungan) berarti perdagangan, perusahaan. Istilah wirausaha dikenal dengan istilah entrepreneur .
Peluang dalam bahasa inggris adalah opportunity yang berarti kesempatan yang muncul dari sebuah kejadian atau momen. Inspirasi merupakan sumber dari peluang.
Inspirasi bisa muncul dari mana saja dan kapan saja.  Faktor-faktor yang mempengaruhi:
1.1  Faktor Internal, yang berasal dalam diri seseorang sebagai subjek, antara lain:
  1. Pengetahuan yang dimiliki:
  2. Pengalaman dari individu itu sendiri;
  3. Pengalaman saat ia melihat orang lain menyelesaikan masalah:
  4. Instuisi yang merupakan pemikiran yang muncul dari individu itu sendiri.
1.2 Faktor eksternal, yaitu hal-hal yang dihadapi seseorang dan merupakan objek untuk mendapatkan sebuah inspirasi bisnis, antara lain:
  1. Masalah yang dihadapi dan belum terpecahkan;
  2. Kesulitan yang dihadapi sehari-hari;
  3. Kebutuhan yang belum terpenuhi baik untuk dirinya maupun orang lain;
  4. Pemikiran yang besar untuk menciptakan sesuatu yang baru.
Resep Dr. D.J Schwartz tentang cara memanfaatkan peluang bisnis adalah sebagai berikut:
  1. Percaya dan yakin usaha bisa dilaksanakan.
  2. Janganlah hadiri lingkungan yang statis akan melumpuhkan pikiran wirausaha
  3. Setiap hari bertanya pada diri sendiri “bagaimana saya dapat melakukan usaha lebih baik.
  4. Bertanya dan dengarkanlah
  5. Perluas pikiran anda
Paul Charlap, mengemukakan 4 unsur yang harus dimiliki agar mencapai sukses:
  1. Work hard (kerja keras)
  2. Work smart (Kerja cerdas)
  3. Enthusiasm (Kegairahan)
  4. Service (pelayanan)
A.1.1 Analisis peluang usaha berdasar jenis produk/jasa
  1. Minat sesorang, misalnya berminat dalam dunia perdagangan, jasa atau bidang lainnya
  2. Modal, apakah sudah tersedia modal awal atau belum, baik dalam bentuk uang maupun barang/mesin
  3. Relasi, apakah ada keluarga atau teman yang sudah terlebih dahulu menekuni usaha yang sama.
Disamping itu, memiliki bidang usaha juga harus mempertimbangkan hal berikut:
  1. Pengaruh lingkungan sekitar
  2. Banyak sedikitnya permintaan masyarakat terhadap jenis usaha yang akan kita pilih
  3. Kecocokan anatara kebutuhan masyarakat dengan jenis usaha tertentu
  4. Banyak sedikitnya pesaing
  5. Adanya kemampuan untuk bertahan dan memenangkan persaingan
Peluang usaha di bidang jasa yang sangat dibutuhkan masyarakat, antara lain seperti berikut ini
1)    Jasa servis
Banyak orang yang ingin mengikuti perkembangan teknologi sehingga banyak sekali dijumpai alat canggih seperti televisi, VCD, Komputer, Vacuum cleaner, mesin cuci, sepeda motor, bahkan mobil.
2)   Jas Hiburan
Untuk mengurangi ketegangan pikiran karena kesibukan kerja, contoh bioskop, diskotik dan karokean.
3)   Jasa Transportasi
Contoh: menyediakan angkutan antar jemput  anak sekolah, rental mobil dan sebagainya.
4)   Jasa kesehatan
Contoh memberikan sarana kebugaran, kesehatan, dan kecantikan seperti finess, SPA, pijat refleksi dan pengobatan alternative.
5)   Jasa yang lain
Contoh jasa penitipan anak, catering, tenaga kebersihan, penulis atau pengetikan karya tulis sebagainya.
Sedangkan pemiliha produk, berupa barang yang dapat menciptakan peluang usaha adalah dengan mempertimbangkan produk-produk yang:
  1. Mudah dalam pemakaian
  2. Efisien dalam penggunaan
  3. Kualitas produk terjamin
  4. Hemat dalam pemakaian
  5. Adanya jaminan keamanan dalam pemakaian
A.1.2 Analisis peluang usaha berdasar minat dan daya beli konsumen
Untuk mengetahui besar-kecilnya minat masyarakat terhadap usaha yang kita dirikan, kita bisa melakukan observasi. Observasi ini bisa dilakukan dengan cara:
a)    Mengadakan pengamatan langsung ke pasar
b)   Melakukan wawancara
c)    Memberikan angket untuk diisi oleh calon konsumen
Demikian juga untuk mengetahui seberapa besar kekuatan daya beli konsumen. Kita harus meneliti siapa konsumen yang akan menggunakan produk kita:
  1. Apakah mereka dari kalangan atas, menengah, atau bawah?
  2. Apakah mereka berpenghasilan tinggi, sedang atau rendah?
  3. Apakah mereka anak-anak, remaja atau dewasa?
  4. Apakah mereka orang yang tinggal di kota, desa atau pesisir pantai?
A.2 Keberhasilan dan Kegagalan Usaha
A.2.1 KARAKTERISITIK WIRAUSAHA
Menurut  M. Scarborough dan Thomas W. Zimmerer (1993; 6-7 ) mengemungkakan delapan karakteristik wirausaha yaitu:
1. Memiliki rasa tanggung jawab atas usaha-usaha yang dilakukannya.
2. Lebih memilih risiko yang moderat.
3. Percaya akan kemampuan dirinya untuk berhasil
4. Selalu menghendaki umpan balik yang segera
5. Berorientasi ke masa depan, perspektif, dan berwawasan jauh ke depan
6. Memiliki semangat kerja dan kerja keras untuk mewujudkan keinginannya    demimasa depan   yang lebih baik .
7. Memiliki ketrampilan dalam mengorganisasikan sumber daya untuk menciptakan nilai tambah
8. Selalu menilai prestasi dengan uang.
Bygrave merumuskan 10 sifat dari wirusaha yang terkenal dengan istilah 10 D
yaitu :
a. Dream (mimpi)
Seorang wirausaha mempunyai bisi keinginan terhadap masa depan pribadi dan bisnisnya serta mempunyai kemampuan untuk mewujudkan impiannya.
b. Decisiveness (cepat mengambil keputusan)
Seorang wirausaha adalah orang yang tidak bekerja lambat. Mereka membuat
keputusan secara cepat dengan penuh perhitungan. Kecepatan dan ketepatan
mengambil keputusan adalah faktor kunci dalam kesuksesan bisnis.
c. Doers (pelaku)
Seorang wirausaha dalam membuat keputusan akan langsung menindaklanjuti.
Mereka melaksanakan kegiatannya secepat mungkin. Seorang wirausaha tidak maumenunda-nunda kesempatan yang baik dalam bisnisnya.
d. Determination (ketetapan hati)
Seorang wirausaha, melaksanakan kegiatannya dengan penuh perhatian. Rasa
tanggung jawabnya tinggi dan tidak mau menyerah, walaupun dihadapkan pada kalangan dan rintangan yang tidak mungkin dapat diatasi.
e. Dedication (dedikasi)
Seorang wirausaha memiliki dedikasi yang tinggi terhadap bisnisnya, kadang-kadang mengorbankan kepentingan keluarga untuk sementara. Wirausaha di dalam melaksanakan pekerjaannya tidak mengenal lelah. Semua perhatian dan kegiatannya dipusatkan semata-mata untuk kegiatan bisnisnya.
f. Devotion (kesetiaan)
Seorang wirausaha mencintai pekerjaan bisnisnya dan produk yang dihasilkannya. Hal inilah yang mendorong keberhasilan yang sangat efektif untuk menjual produknya.
g. Detail (rincian)
Seorang wirausaha sangat memperhatikan faktor-faktor kritis secara rinci. Dia tidak mau mengabaikan faktor-faktor kecil yang dapat menghambat kegiatan usahanya.
h. Destiny (nasib)
Seorang wirausaha bertanggung jawab terhadap nasib dan tujuan yang hendak dicapainya. Dia merupakan orang yang bebas dan tidak mau tergantung kepada orang lain.
i. Dollars (uang)
Seorang wirausaha tidak mengutamakan mencapai kekayaan, motivasinya bukan karena masalah uang. Uang dianggap sebagai ukuran kesuksesan bisnisnya. Ia berasumsi jika berhasil dalam bisnis maka ia pantas mendapat laba, bonus, atau hadiah.
j. Distribute (distribusi)
Seorang wirausaha bersedia mendistribusikan kepemilikan bisnisnya kepada orang orang kepercayaannya itu yaitu orang-orang yang kritis dan mau diajak mencapai sukses dalam bidang bisnisnya.
Faktor Keberhasilan dan Kegagalan
Keberhasilan dalam hidup pada dasarnya merupakan dambaan setiap orang dan karenanya orang akan melakukan apa saja untuk mencapainya. Dalam upaya mencapai keberhasilan tersebut kiranya perlu kita ketahui faktor apa yang dapat mempengaruhi keberhasilan dan kegagalan, dari hasil refleksi dapat dirumuskan bahwa secara umum keberhasilan dan kegagalan akan dipengaruhi oleh faktor-faktor berikut :
  • Pola pikir atau cara pandang terhadap usaha atau pekerjaan yang dijalankan (positif atau negatif).
  • Kepuasan diri
  • Keinginan untuk maju / mencapai yang lebih
  • Kontrol terhadap pengeluaran
  • Budaya instan
  • Manajemen waktu (disiplin waktu)
  • Kejujuran
  • Komitmen
  • Ketekunan dan motivasi
  • Kreativitas dan inovasi
  • Refleksi dan evaluasi terhadap kegiatan maupun kebiasaan
Apabila faktor-faktor diatas menunjukkan sisi positif, maka kemungkinan berhasil akan tinggi sedangkan apabila menunjukkan sisi negatif, maka akan berpotensi terjadi kegagalan.
Dalam konteks wirausaha, kiranya perlu juga kita ketahui faktor-faktor yang
mempengaruhi keberhasilan dan kegagalan dalam usaha. Adapun faktor-faktor tersebut adalah :
Faktor Keberhasilan usaha
  • Komitmen
  • Motivasi
  • Kejujuran
  • Kesehatan
  • Mengambil resiko
  • Kemampuan dalam membuat keputusan
  • Keadaan keluarga
  • Keterampilan mengelola usaha
  • Keterampilan teknis
  • Pengetahuhan tentang jenis usaha
Faktor Kegagalan usaha :
  • Diabaikan oleh pemiliknya
  • Kecurangan dan pencurian
  • Kurang keterampilan dan keahlian
  • Pengalaman yang tidak seimbang
  • Masalah pemasaran
  • Kebijakan pembayaran barang secara kredit dan pengawasan uang yang kurang baik.
  • Pengeluaran biaya yang tinggi
  • Persediaan dan peralatan yang berlebihan
  • Pengawasan persediaan yang buruk
A.2 Pengembangan Ide Kreatif dan Inovatif
B.1 Pengertian Kreatif
Pengertian Kretif Menurut Coleman  dan Hamman, berpikir kreatif adalah berpikir yang menghasilkan metode baru, konsep baru, pengertian baru, perencanaan baru, dan seni baru. Rawsilton menjelaskan berpikir kreatif dinamakan berpikir divergen atau lateral, yaitu menghubungkan idea tau hal-hal sebelumnya tidak berhubungan. Untuk dapat berpikir kretif dengan baik, diperlukan keberanian dan keyakinan pada diri sendiri.  Inovasi merupakan penerapan secara praktis gagasan yang kreatif.
B.2 Ciri dan Sifat Berpikir Kreatif
Menurut Denny dan Davis, orang yang mempunyai kreativitas yang tinggi cenderung memiliki cirri-ciri sebaga berikut:
a)    Fleksibel, artinya luwes tidak kaku harus menerima ide orang lain.
b)   Tidak konvensional artinya tidak lugu, apa adanya.
c)    Eksentrik (aneh), memiliki pola piker yang berbeda dari orang lain
d)   Bersemangat artinya mempunyai antutias yang tinggi
e)   Bebas, tidak mau terikat pada aturan-aturan tertentu.
f)    Berpusat pada diri sendiri.
g)   Bekerja Keras.
h)   Bededikasi artinya mempunyai keteguhan yang tinggi
i)     Inteligen memiliki pemikiran yang tinggi.
Berdasarkan analisis Faktor, Guilford menemukan, bahwa ada lima sifat yang menjadi kemampuan berpikir kreatif
a)    Fluency (kelancaran)
Kemampuan untuk menghasilkan banyak gagasan.
b)   Flexibility (Keluwesan)
Kemampuan untuk mengemukakan  bermaca-macam pemecahan atau pendekatan terhadap masalah.
c)    Orginality (Keaslian)
Kemampuan untuk mencetuskan gagasan dengan cara-cara yang asli, tidak klise.
d)   Elaboration(Penguraian)
Kemampuan untuk menguraikan sesuatu seraca terinci.
e)   Redefinition (Perumusan Kembali)
Kemampuan untuk menijau suatu persoalan berdasarkan perspektif yang berbeda dengan apa yang sudah diketahui oleh banyak orang.
B.3 Tahap-tahap Berpikir Kreatif
Dalam berpikir kreatif, terdapat tahap-tahap yang dilalui, mulai dari persiapan sampai diperoleh hasil pemikiran. Menurut Rawlinson, berpikir kreatif melewati tahapan sebagai berikut.
a)  Tahap Persiapan
Tahap untuk memperoleh fakta tentang persoalan yang akan dipecahkan (pengumpulan informasi atau data)
b)   Tahap usaha
Tahap dimana individu menerapkan cara berpikir divergen (menyebar). Pada tahap ini, diperlukan usaha yang sadar untuk memisahkan produksi ide dari evaluasi dengan menunda lebih dahulu adanya penilaian terhadap ide-ide muncul.
c)    Tahap Inkubasi
Tahap dimana individu seakan-akan meninggalkan (melepaskan diri) dari persoalan dan memasukannya kea lam bawah sadar (mengeraminya), sedangkan  kesadarannya memikirkan hal-hal yang lain.
d)   Tahap pengertian
Tahapnya diperoleh insight atau yang biasa disebut aha erlibnis. Ciri Khas dari tahap ini adalah adanya sinar penerangan (Iluminasi) yang mendadak menyadarkan orang akan ditemukannya jawaban.
e)   Tahap Evaluasi
Pada tahap ini, ide-ide yang dihasilkan diperiksa dengan teliti serta dengan kritis memisahkan ide-ide yang kurang berguna, tidak sesuai ataupun yang terlalu mahal biayanya bila dilaksanakan.
Berdasarkan penelitian, kreativitas dapat diidentifikasikan menjadi 3 tipe:
  1. Menciptakan; proses membuat sesuatu yang tidak ada menjadi ada.
  2. Memodifikasi: mencari cara untuk membentuk fungsi-fungsi baru atau menjadikan seseuatu menjadi berbeda.
  3. Mengkombinasikan; menggabungkan dua hal atau lebih yang sebelumnya tidak saling berhubungan.
Kreativitas dan Inteligensi mempunyai perbedaan. Orang yang kreatif belum tentu inteligensinya tinggi, dan sebaliknya. Para peneliti membuat empat variasi hubungan kretivitas dengan inteligensi, yaitu:
  1. Kreativitas  rendah, inteligensi rendah
  2. Kreativitas tinggi, inteligensi tinggi
  3. Kretivitas rendah, inteligensi tinggi
  4. Kreativitas tinggi, inteligensi rendah
Orang yang kreatif tidak takut dengan semakin sempitnya lapangan kerja, karena orang kreatif dapat menciptakan lapangan kerja untuk dirinya sendiri maupun orang lain.

B.4  Pengertian dan Arti Penting Inovasi
Inovasi, yaitu penemuan atau terobosan yang menghasilkan produk baru yang belum pernah ada sebelumnya atau mengerjakan sebuah produk yang sudah ada dengan cara yang baru. Seorang Sosiologi, Schumpeter, menyatakan bahwa Inovasi adalah pembeda antara seorang wirausahawan dan pengusaha biasa. Inovasi harus dilakukan terus-menerus agar usaha yang dilakukan menghasilkan keuntungan dan berumur panjang.

B.5 Prinsip-prinsip Inovasi
a. Prinsip keharusan
a) Keharusan menganalisis peluang
b) Keharusan memperluas wawasan
c) keharusan untuk bertindak efektif
d) Keharusan untuk tidak berpikir muluk
b. Prinsip Larangan
a) larangan untuk berlaga pinter
b) Larangan untuk rakus
c) Larangan utuk berpikir terlalu jauh kedepan
c. Mengembangkan cara berpikir inovatif
a) biasakan memiliki mimpi
b) Perkayalah sumber ide
c) Biasakan diri menerima perbedaan dan perubahan
d) Tumbuhkan sikap empati


THANKS TO : https://nisfia.wordpress.com/kewirausahaan/. diakses pada 1 januari 2017

8 KAMBING YANG POPULER UNTUK DIBUDIDAYAKAN DI INDONESIA

Kambing merupakan famili Bovidae,tergolong binatang memamah biak dan hidup secara berkoloni atau berkelompok yang memiliki ukaran tubuh sedang,penyebaran secara alami tersebar di Asia dan Eropa.


Kambing Kacang.
Jenis kambing kacang tergolong kambing yang memiliki daya adaptasi dan reproduksi yang sangat tinggi dan sangat cocok di Indonesia.
Kambing Kacang.
Ciri-ciri kambing kacang:
  • Memiliki tubuh dan kepala yang relatif kecil.
  • Jantan dan betina memiliki dua tanduk pendek.
  • Bulu pendek dan telinga sedikit lurus.
  • Berbulu pendek di seluruh tubuhnya kecuali ekor dan dagu. Kambing jantan tumbuh bulu panjang di pundak, sepanjang garis leher pantat, dan punggung hingga ekor.
  • Warna kambing kacang berwarna tunggal, hitam, putih, coklat.
  • Berat tubuh kambing pejantan bisa mencapai 30kg, sedangkan untuk kambing betina 25kg.
  • Tinggi badan kambing pejantan bisa mencapai 60-65cm,sedangkan untuk kambing betina 56 cm.
Kambing Etawa.
Kambing etawa tergolong jenis kambing yang bisa dimanfaatkan air susu nya,selain berkhasiat hebat mengobati segala macam penyakit dan susu kambing etawa cukup terkenal di Indonesia.
Kambing Etawa.
Ciri-ciri kambing etawa:
  • Memiliki tubuh dan kepala yang relatif besar.
  • Dahi dan hidungnya relatif agak sedikit cembung.
  • Memiliki Telinganya terkulai (tidak tegak) dan panjang.
  • Jantan dan betina sama-sama memiliki tanduk pendek.
  • Berat tubuh kambing pejantan bisa mencapai 91kg,sedangkan untuk kambing betinai 63kg.
  • Tinggi badan kambing pejantan bisa mencapai 90-127cm,sedangkan untuk kambing betina 92cm.
  • Susu yang dihasilkan mencapai tiga liter setiap harinya.
Kambing Jawarandu.
Kambing jawarandu memiliki nama yang berbeda-beda disetiap daerah; Gumbolo,Bligon,Kacukan dan Koplo,kambing jawarandu merupakan hasil kawin silang antara kambing kacang dan kambing etawa.
Kambing Jawarandu.
Ciri-ciri kambing Jawarandu:
Memiliki ukuran tubuh kecil dari indukannya kambing etawa.
  • Memiliki berat tubuh untuk kambing pejantang bisa mencapai 40-50 kg,sedangkan untuk kambing betina bisa mencapai 30-40 kg.
  • Jantan dan betina sama-sama memiliki tanduk pendek.
  • Memiliki ukuran telingga yang panjang,lebar dan sedikit terkulai.
  • Merupakan jenis kambing penghasil susu.
  • Susu yang dihasilkan dari kambing jawarandu 1,5-2 liter/hari.
Kambing PE (Peranakan Etawa).
Kambing PE merupakan hasil kedua(2) dari persilangan antara indukan kambing etawa dan kambing kacang. Kambing PE memiliki kemampuan beradaptasi tinggi dengan kondisi iklim indonesia.
Kambing PE.
Ciri-ciri kambing PE.
  • Memiliki ukuran tubuh sama seperti indukannya kambing etawa.
  • Memiliki sifat seperti kambing Etawa sebagai indukan pejantan.
  • Memiliki Telinga sedikit terkulai ke bawah,besar dan panjang.
  • Memiliki bentuk Dahi dan hidung sedikit cembung.
  • Memiliki bulu panjang terdapat pada dagu, belakang paha, dan ekor.
  • Jantan dan betina sama-sama memiliki tanduk pendek.
  • Susu yang dihasilkan dari kambing jawarandu 2-3 liter/hari.
Kambing Boer.
Kambing boer tergolong jenis kambing yang sangat mudah beradaptasi dengan perubahan iklim dan perubahan suhu lingkungan,memiliki pertumbuhan yang sangat cepat dan kambing ini berasal dari Afrika Selatan.
Kambing Boer.
Ciri-ciri kambing boer:
  • Memiliki tubuh panjang,lebar,berbulu putih dan dibagian wajah memiliki garis putih dan luruh kebawah.
  • Memiliki warna kepala coklat kemerahan atau coklat muda hingga coklat tua.
  • Memiliki bentuk hidung cembung.
  • Bertelinga panjang menggantung.
  • Jantan dan betina sama-sama memiliki tanduk relatif panjang
  • Kambing boer memiliki kaki relatif pendek.
  • Berat tubuh kambing pejantan pada usia 2-3 tahun dapat mencapai 120-150 kg,sedangkan untuk kambing betina mampu 80-90 kg.
  • Berat 35–45 kg dapat dicapai kambing boer pada usia lima hingga enam bulan. 
Kambing Boerawa.
Kambing boerawa merupakan kambing hasil persilangan antara kambing boer jantan dengan kambing peranakan etawa (PE) betina.jenis kambing ini banyak dikembangkan di provinsi Lampung.
Kambing Boerawa.
Ciri-ciri kambing boerawa:
  • Memiliki ukuran tubuh seperti indukanya PE.
  • Kambing pejantan dan betina sama-sama memiliki tanduk yang pendek.
  • Memiliki warna kombinasi coklat tua dan coklat muda.
  • Bertelinga panjang menggantung.
  • Memiliki bentuk hidung cembung.
  • memiliki ukuran kaki relatif pendek.
Kambing Gembrong.
Kambing gembrong memiliki keunikan tersendiri karena hampir seluruh badanya dipenuhi oleh bulu,kambing gembrong merupakan kambing hasil persilangan antara kambing kashmir dengan kambing turki.
Kambing Gembrong.
Ciri-ciri kambing gembrong:
  • Kambing gembrong jantan memiliki bulu yang panjang dan lebat,tumbuh dari kepala sampai bagian ekor.
  • Memiliki Panjang bulu bisa mencapai 25—30 cm.
  • Kambing gembrong betina memiliki bulu yang pendek dengan panjang antara 2-3 cm.
  • Kambing gembrong betina memiliki tubuh mirip kambing kacang.
  • Memiliki warna dominan putih,sebagian ada yang berwarna coklat.
  • Memiliki tinggi untuk kambing dewasa bisa mencapai 58-65 cm.
  • Memiliki berat tubuh bisa mencapai 32-45 kg.
Kambing Kosta.
Kambing kosta adalah kambing hasil persilangan indukan kambing kacang dengan kambing khasmir.
Lokasi penyebaran kambing Kosta di Indonesia ada di sekitar Jakarta dan Propinsi Banten.
Kambing Kosta.
Ciri-ciri kambing kosta:
  • Memiliki bentuk tubuh relatif besar.
  • Memiliki bentuk hidung melengkung.
  • Jantan dan betina sama-sama memiliki tanduk pendek.
  • Memiliki ukuran bulu yang pendek 0,5-1 cm.
  • Memiliki motif khusus terdapat pada muka yang sejajar dibagian kiri dan kanan.

sumber : www.seputarpertanian.com/peternakan. diakses pada : 1 januari 2017

UNSUR UNSUR PENYULUH PERTANIAN


Oleh : YOHANES CHARLES


Unsur-unsur penyuluhan pertanian pada prinsipnya merupakan semua faktor yang terdapat pada kegiatan penyuluhan yang meliputi sumber, materi, metode, sasaran dan tujuan penyuluhan pertanian (Ibrahim dkk, 2003).

a. Sumber penyuluhan pertanian.

            Sumber penyuluhan pertanian merupakan sumber penghasil materi awal sebelum dilakukan penyuluhan pertanian (Ibrahim dkk, 2003). Dijelaskan lebih lanjut bahwa sumber penyuluhan pertanian dapat berupa penyuluh pertanian, petani, lembaga penelitian pemerintah/swasta yang melakukan penelitian pertanian guna menghasilkan teknologi pertanian.

b. Materi penyuluhan pertanian.

Materi penyuluhan, pada hakekatnya merupakan segala pesan yang ingin dikomunikasikan oleh seorang penyuluh kepada masyarakat sasarannya (Mardikanto, 1993).  Undang-Undang No. 16 Tahun 2006 menyebutkan bahwa materi penyuluhan adalah bahan penyuluhan yang akan disampaikan oleh para penyuluh kepada pelaku utama dan pelaku usaha dalam berbagai bentuk yang meliputi : informasi, teknologi, rekayasa sosial, manajemen, ekonomi, hukum, dan kelestarian lingkungan

Materi penyuluhan pertanian pada umumnya berasal dari berbagai sumber yang memerlukan proses adaptasi terlebih dahulu sesuai dengan lokasi atau wilayah kerja penyuluhan yang bersangkutan (Ibrahim dkk, 2003). Dijelaskan lebih lanjut bahwa materi penyuluhan hendaknya disesuaikan dengan yang dibutuhkan petani, sehingga petani mau menerima, mempelajari dan menerapkan materi penyuluhan, khususnya dalam pengelolaan usahataninya.

Materi penyuluhan, harus berangkat dari “kebutuhan yang dirasakan” (felt need), terutama menyangkut : a) kegiatan yang sedang dan akan segera dilaksanakan, b) masalah yang sedang dan akan dihadapi, c) perubahan-perubahan yang diperlukan/diinginkan (Mardikanto, 2009).

Menurut Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2006 Pasal 28 ayat (1), materi penyuluhan dalam bentuk teknologi tertentu yang akan disampaikan kepada pelaku utama dan pelaku usaha harus mendapat rekomendasi dari lembaga pemerintah, kecuali teknologi yang bersumber dari pengetahuan tradisional.

c. Metoda penyuluhan pertanian.

            Metode penyuluhan merupakan cara-cara penyampaian materi penyuluhan secara sistematis hingga materi penyuluhan dapat dimengerti dan diterima petani sasaran (Ibrahim dkk, 2003).  Metode penyuluhan yang akan dipilih harus selalu disesuaikan dengan karakteristik penerima manfaatnya, sumberdaya yang tersedia atau yang dapat dimanfaatkan, serta keadaan lingkungan (termasuk tempat dan waktu) diselenggarakan kegiatan penyuluhan tersebut (Mardikanto, 2009).
Menurut Peraturan Menteri Pertanian Nomor 52 Tahun 2009, pertimbangan yang digunakan dalam pemilihan metoda penyuluhan pertanian pada dasarnya dapat digolongkan menjadi 5 (lima) yaitu 1) tahapan dan kemampuan adopsi, 2) sasaran, 3) sumber daya, 4) keadaan daerah dan 5) kebijakan pemerintah.

d. Teknik penyuluhan pertanian.

            Teknik penyuluhan pertanian adalah keputusan-keputusan yang dibuat oleh sumber atau penyuluh pertanian dalam memilih serta menata simbol dan isi pesan, menentukan pilihan cara dan frekuensi penyampaian pesan serta menentukan bentuk penyajian pesan (Kusnadi, 1999).  Dijelaskan lebih lanjut bahwa bagi sasaran penyuluhan pertanian teknik penyuluhan pertanian berguna untuk memudahkan menerima pesan.  Sedangkan bagi penyuluh pertanian berguna untuk mengembangkan bakat dalam bidang sastra dan kesenian, serta meningkatkan kegencaran mengkomunikasikan inovasi dalam melaksanakan kegiatan penyuluhan pertanian.

e. Media penyuluhan pertanian.

Media penyuluhan pertanian adalah segala bentuk benda yang berisi pesan atau informasi yang dapat membantu kegiatan penyuluhan pertanian (Kementerian Pertanian, 2010).  Jenis-jenis media penyuluhan dapat dibedakan menjadi empat, yaitu : 1) benda sesungguhnya dan tiruan, seperti benda sesungguhnya, maket dll, 2) tercetak, seperti poster, folder, diagram, buku dll, 3) audio, seperti kaset, CD dll dan 4) audio visual, seperti film, video, televisi dll.

Penggunaan media secara kreatif akan memperbesar kemungkinan bagi petani untuk belajar lebih banyak, mencamkan apa yang dipelajarinya lebih baik, dan meningkatkan penampilan dalam melakukan ketrampilan sesuai dengan yang menjadi tujuan penyuluhan (Sutoyo, 2011).  Suksesmina (2012) menyatakan bahwa pemilihan media penyuluhan harus disesuaikan dengan situasi, kondisi, waktu, ketersediaan biaya dan sumber daya pendukung serta perubahan lingkungan strategis.
            Kementerian Pertanian (2010) menyatakan bahwa manfaat media penyuluhan pertanian, antara lain 1) menghindarkan salah tafsir (salah pengertian), 2) memberi informasi yang lebih jelas, mudah ditangkap dan lebih mudah diingat, 3) membangkitkan keinginan, minat, motivasi serta rangsangan untuk mengadopsi pesan yang disampaikan, 4) membantu memusatkan perhatian, meningkatkan pengertian dan pemahaman pesan yang disampaikan, dan 5) membantu keberhasilan penyuluhan pertanian dalam menyampaikan materi penyuluhan pertanian kepada petani.

f. Sasaran penyuluhan pertanian.

            Mardikanto (1993) menyatakan bahwa sasaran penyuluhan dibedakan menjadi 3 kelompok sasaran, yaitu 1). sasaran utama, yaitu sasaran penyuluhan yang secara langsung terlibat dalam kegiatan bertani dan pengelolaan usaha tani. Termasuk dalam kelompok ini adalah petani dan keluarganya, 2) sasaran penentu dalam penyuluhan pertanian, yaitu yang bukan pelaksana kegiatan bertani dan berusaha tani.  Termasuk dalam kelompok ini adalah penguasa (pemimpin wilayah), tokoh-tokoh informal, para peneliti dan para ilmuwa serta lembaga perkreditan dan 3) sasaran pendukung penyuluhan pertanian, yaitu pihak-pihak yang secara langsung maupun tidak langsung tidak memiliki hubungan kegiatan dengan pembangunan pertanian, tetapi dapat diminta bantuannya guna melancarkan penyuluhan pertanian.  Termasuk kelompok ini adalah para pekerja sosial (seniman), konsumen hasil-hasil pertanian, dan biro iklan.
            Mardikanto (2009), telah mengganti istilah “sasaran penyuluhan” menjadi penerima manfaat (beneficiaries).  Dijelaskan lebih lanjut bahwa salah satu makna yang terkandung adalah penerima manfaat tidak berada dalam posisi dibawah penentu kebijakan dan para penyuluh, melainkan dalam kedudukan setara dan bahkan sering justru lebih tinggi kedudukannya, dalam arti memiliki kebebasan untuk mengikuti ataupun menolak inovasi yang disampaikan penyuluhnya. Selain itu proses belajar yang berlangsung antara penyuluh dan penerima manfaatnya bukanlah bersifat vertikal (penyuluh menggurui penerima manfaatnya), melainkan proses belajar bersama yang partisipatif.

g. Tujuan penyuluhan pertanian.

Tujuan akhir dari penyuluhan pertanian adalah ­terwujudnya “better farmer’s community” yaitu masyarakat tani yang kehidupannya sejahtera (Padmowihardjo, 1999).  Dijelaskan lebih lanjut bahwa penyuluhan pertanian bertujuan untuk better farming (bertani yang baik), better business (berusaha tani lebih menguntungkan), better living (hidup lebih sejahtera), dan better community (bermasyarakat lebih baik).
Tujuan dari penyuluhan pertanian adalah terjadinya perubahan perilaku petani dan keluarganya (Marzuki, 1999). Dengan penyuluhan diharapkan terjadi peningkatan pengetahuan, keterampilan dan sikap (Ibrahim dkk, 2003).   Dijelaskan lebih lanjut bahwa pengetahuan dikatakan meningkat bila terjadi perubahan dari tidak tahu menjadi tahu dan yang sudah tahu menjadi lebih tahu. Keterampilan dikatakan meningkat bila terjadi perubahan dari yang tidak mampu menjadi mampu melakukan suatu pekerjaan yang bermanfaat. Sikap dikatakan meningkat, bila terjadi perubahan dari yang tidak mau menjadi mau memanfaatkan kesempatan-kesempatan yang diciptakan.
h. Evaluasi penyuluhan pertanian.
Evaluasi penyuluhan pertanian merupakan suatu proses sistematis untuk memperoleh informasi yang relevan dan mengetahui sejauh mana perubahan perilaku petani dan hambatan yang dihadapi petani, sejauhmana efektivitas rancangan program penyuluhan pertanian dalam merencanakan program kerja petani (Padmowihardjo, 1999). 
Evaluasi harus dilandasi oleh data atau fakta yang dapat dipercaya.  Karena itu, pengumpulan data/fakta harus dilakukan sebaik-baiknya dalam arti tepat (valid) dan teliti (reliable) (Mardikanto, 2009).
Manfaat evaluasi penyuluhan adalah untuk mengetahui perubahan perilaku petani setelah penyuluhan (Padmowihardjo, 1999). Mardikanto (2009) menyatakan bahwa melalui kegiatan evaluasi, dapat mengambil kesimpulan tentang segala sesuatu yang telah terjadi, sekaligus memberikan landasan dan arahan bagi kegiatan lanjutan yang perlu dilakukan.
Reference :

Ibrahim, Jabal Tarik. Arman Sudiyono. dan Harpowo. 2003.  Komunikasi dan Penyuluhan Pertanian. Banyumedia Publishing, UMM Press, Malang.  
Kusnadi, Tarya. 1999.  Teknik Penyuluhan Pertanian. Universitas terbuka, Jakarta.  (Modul Pokok LUHT 4231/2SKS/modul 1-6).
Mardikanto, Totok. 1993.  Penyuluhan Pembangunan Pertanian. Sebelas Maret University Press. Surakarta.

Mardikanto, Totok. 2009.  Sistem Penyuluhan Pertanian. Sebelas Maret University Press. Surakarta.

ANTRAKS

B. anthracis  adalah bakterium pertama yang ditunjukkan dapat menyebabkan penyakit. Hal ini diperlihatkan oleh Robert Koch pada tahun 1877...