Tampilkan postingan dengan label suka suka. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label suka suka. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 Januari 2017

PENYULUHAN PERTANIAN

THANKS TO : ADIRISWANTO ADMIN TERNAKASOY
Penyuluhan pertanian berasal dari kata penyuluhan dan pertanian (Ibrahim dkk, 2003).  Dijelaskan lebih lanjut bahwa secara harafiah bahasa penyuluhan berasal dari kata “suluh” yang berarti “obor” atau “pelita” atau pemberi terang.  Sedangkan pertanian didefinisikan sebagai proses produksi yang memanfaatkan pertumbuhan dan perkembangan tanaman serta hewan.  
Dalam Undang-Undang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (SP3K) Tahun 2006 Bab I, Pasal 1, Ayat 2 dijelaskan bahwa penyuluhan pertanian, perikanan, kehutanan yang selanjutnya disebut penyuluhan adalah proses pembelajaran bagi pelaku utama serta pelaku usaha agar mereka mau dan mampu menolong dan mengorganisasikan dirinya dalam mengakses informasi pasar, teknologi, permodalan, dan sumber daya lainnya, sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha, pendapatan, dan kesejahteraannya, serta meningkatkan kesadaran dalam pelestarian fungsi lingkungan hidup.
Penyuluhan dapat diartikan sebagai proses perubahan sosial, ekonomi dan politik untuk memberdayakan dan memperkuat kemampuan masyarakat melalui proses belajar bersama yang partisipatif, agar terjadi perubahan perilaku pada diri semua stakeholders(individu, kelompok, kelembagaan) yang terlibat dalam proses pembangunan, demi terwujudnya kehidupan yang semakin berdaya, mandiri, dan partisipatif yang semakin sejahtera secara berkelanjutan (Mardikanto, 2009).  Dijelaskan lebih lanjut bahwa penyuluhan pertanian merupakan bagian yang tak terpisahkan dari proses pembangunan/pengembangan masyarakat dalam arti luas.
Penyuluhan merupakan proses komunikasi, artinya di dalam penyuluhan terjadi proses penyampaian pesan dari seseorang sebagai sumber pesan kepada seseorang orang atau sekelompok orang sebagai penerima pesan (Sutoyo, 2011).  Dijelaskan lebih lanjut bahwa pesan yang dikirimkan berupa inovasi baru, yakni bisa ide, teknologi, atau obyek yang dianggap baru oleh individu atau sekelompok individu.
Reference :

Ibrahim, Jabal Tarik. Arman Sudiyono. dan Harpowo. 2003.  Komunikasi dan Penyuluhan Pertanian. Banyumedia Publishing, UMM Press, Malang.
Mardikanto, Totok. 2009.  Sistem Penyuluhan Pertanian. Sebelas Maret University Press. Surakarta.  
Sutoyo. 2011. Hakekat Media Penyuluhan.  Diakses 25 September 2012.  http://sutoyoagribisnis.blogspot.com/2011/08/media-penyuluhan-pertanian.html 
Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (SP3K).  
THANKS TO : ADI RISWANTO : http://zonaternakasoy.blogspot.co.id/. DIAKSES PADA 4 JANUARI 2017

10 Manfaat Super Susu Kambing Etawa bagi Kesehatan


Nah, pada artikel berikut ini, SAPICOOL akan membahas tentang manfaat susu kambing etawa secara terperinci dan lengkap. Dengan melihat kandungan nutrisi yang sangat beragam dan komplit, tidak mengherankan jika manfaat susu kambing etawa juga terbilang banyak dan bermacam-macam. Apa saja manfaat susu kambing etawa tersebut? Berikut ulasan lengkap tentang manfaat susu kambing etawa bagi kesehatan.

Manfaat, Khasiat, dan Kegunaan Susu Kambing Etawa

1. Memiliki sifat anti-inflamasi alami

Susu kambing etawa dihomogenisasi secara alami. Gelembung-gelembung lemak yang terdapat pada susu kambing etawa ini dapat memecahkan diri menjadi bagian yang lebih kecil jika dibandingkan dengan susu sapi. Hal ini bermanfaat untuk mempermudah pencernaan dan penyerapan makanan oleh tubuh. 

Nah, bagi orang yang menderita masalah usus atau gangguan percernaan yang disebabkan oleh inflamasi, susu kambing etawa sangat bagus untuk dikonsumsi. Sifat probiotik yang terdapat dalam susu kambing etawa dapat mendorong pengembangan sistem pencernaan yang lebih baik.

2. Mengandung asam lemak esensial

Susu kambing etawa mengandung sekitar 35% asam lemak lebih tinggi bila dibandingkan dengan susu sapi yang hanya memiliki 17%. Di samping itu, susu kambing etawa lebih terasa khasiatnya jika diminum dalam keadaan masih mentah., bahkan bagi mereka yang tidak toleran laktosa. Susu kambing etawa juga bermanfaat untuk menurunkan kolesterol yang tinggi. Asam lemak antimikroba seperti kaprilat dan asam kaprat ditemukan dalam susu kambing etawa juga berguna untuk memperbaiki sistem pencernaan.

3. Memperbaiki sistem pencernaan

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, susu kambing etawa sangat baik untuk kesehatan pencernaan. Susu ini memiliki kemampuan untuk menenangkan saluran pencernaan Anda dan menekan rasa lapar secara efektif sehingga sangat cocok untuk menurunkan berat badan. Selain itu, tidak adanya protein kompleks dalam susu kambing etawa membuat susu ini kurang alergi bila dibandingkan dengan susu sapi. 
 
4. Tidak menyebabkan alergi
Banyak orang mengeluhkan bahwa susu sapi ternyata dapat membuat mereka alergi dan rentan terhadap penyakit pernapasan. Namun Anda jangan khawatir, susu kambing etawa merupakan alternatif yang sangat ampuh dan mujarab untuk mengatasi masalah tersebut. Kandungan lemak yang tinggi dalam susu sapi merupakan penyebab terjadinya penumpukan lendir yang memicu alergi. Gelembung-gelembung lemak yang terdapat dalam susu kambing etawa hanya sepersembilan dari lemak yang ada dalam susu sapi. Oleh karena itu, iritasi pada usus Anda karena mengkonsumsi susu dapat dihindari.

5. Bertindak sebagai agen metabolik

Penelitian dan studi yang dilakukan pada susu kambing etawa menyimpulkan bahwa susu kambing etawa berhubungan erat peningkatan kemampuan untuk menyerap zat besi dan tembaga, terutama pada orang yang memiliki sistem pencernaan yang terganggu.

6. Kaya kalsium

Meskipun orang mengkonsumsi susu sapi untuk meningkatkan asupan kalsium dan mencegah osteoporosis, ada baiknya Anda juga mencoba susu kambing etawa karena susu kambing etawa sangat kaya akan kalsium dan asam amino triptofan.

7. Sebagai nutrisi baik dan alami

Kambing dikenal sebagai hewan sodium bio-organik sebab berkhasiat untuk meningkatkan semangat, fleksibilitas dan vitalitas bagi orang yang gemar mengkonsumsi susu kambing. Sodium bio-organik merupakan elemen yang menjaga persendian tetap lentur dan sehat. Selain itu, susu kambing etawa juga banyak digunakan sebagai obat untuk memelihara dan regenerasi sistem saraf.

8. Dapat mengobati penyakit TBC dan Asma

Susu kambing etawa ternyata dapat digunakan sebagai obat untuk menyembukan penyakit TBC dan Asma karena mengandung Flourin dan Betakasein. Selain itu, susu kambing etawa juga bermanfaat bagi mereka yang memiliki masalah dengan pernapasan.

9. Baik untuk ibu hamil dan menyusui

Manfaat lain dari susu kambing etawa yaitu sebagai gizi tambahan bagi ibu hamil. Selain itu, dampak mengkonsumsi susu kambing etawa pada ibu hamil akan menyehatkan janin juga. Sedangkan bagi ibu yang menyusui, susu kambing etawa baik untuk memperlancar ASI.

10. Dapat menyehatkan kulit

Tahukah Anda bahwa susu kambing etawa ternyata dapat digunakan sebagai masker wajah dan lulur. Cara ini berguna untuk menghaluskan kulit serta mengecilkan pori-pori wajah sehingga terbebas dari berbagai masalah kulit seperti jerawat.

SUMBER : http://www.magwuzz.com/2014/04/manfaat-susu-kambing-etawa-bagi-kesehatan.html. di akses pada 4 januari 2017

Minggu, 01 Januari 2017

KEWIRAUSAHAAN

A. Menganalisis Peluang Usaha
BY :YOHANES CHARLES

A.1 Peluang dan Resiko
Istilah kewirausahaan berasal dari kata wirausaha. Kata wirausaha merupakan gabungan dua kata yang menjadi satu yaitu kata wira dan usaha. Wira artinya pahlawan, laki-laki, sifat jantan, perwira. Usaha artinya kegiatan dengan mengerahkan tenaga, pikiran, atau badan untuk mencapai suatu maksud. Usaha juga berarti pekerjaan (perbuatan, prakarsa, ikhtiar, daya upaya) untuk mencapai sesuatu. Usaha dibidang perdagangan (dengan maksud mencari keuntungan) berarti perdagangan, perusahaan. Istilah wirausaha dikenal dengan istilah entrepreneur .
Peluang dalam bahasa inggris adalah opportunity yang berarti kesempatan yang muncul dari sebuah kejadian atau momen. Inspirasi merupakan sumber dari peluang.
Inspirasi bisa muncul dari mana saja dan kapan saja.  Faktor-faktor yang mempengaruhi:
1.1  Faktor Internal, yang berasal dalam diri seseorang sebagai subjek, antara lain:
  1. Pengetahuan yang dimiliki:
  2. Pengalaman dari individu itu sendiri;
  3. Pengalaman saat ia melihat orang lain menyelesaikan masalah:
  4. Instuisi yang merupakan pemikiran yang muncul dari individu itu sendiri.
1.2 Faktor eksternal, yaitu hal-hal yang dihadapi seseorang dan merupakan objek untuk mendapatkan sebuah inspirasi bisnis, antara lain:
  1. Masalah yang dihadapi dan belum terpecahkan;
  2. Kesulitan yang dihadapi sehari-hari;
  3. Kebutuhan yang belum terpenuhi baik untuk dirinya maupun orang lain;
  4. Pemikiran yang besar untuk menciptakan sesuatu yang baru.
Resep Dr. D.J Schwartz tentang cara memanfaatkan peluang bisnis adalah sebagai berikut:
  1. Percaya dan yakin usaha bisa dilaksanakan.
  2. Janganlah hadiri lingkungan yang statis akan melumpuhkan pikiran wirausaha
  3. Setiap hari bertanya pada diri sendiri “bagaimana saya dapat melakukan usaha lebih baik.
  4. Bertanya dan dengarkanlah
  5. Perluas pikiran anda
Paul Charlap, mengemukakan 4 unsur yang harus dimiliki agar mencapai sukses:
  1. Work hard (kerja keras)
  2. Work smart (Kerja cerdas)
  3. Enthusiasm (Kegairahan)
  4. Service (pelayanan)
A.1.1 Analisis peluang usaha berdasar jenis produk/jasa
  1. Minat sesorang, misalnya berminat dalam dunia perdagangan, jasa atau bidang lainnya
  2. Modal, apakah sudah tersedia modal awal atau belum, baik dalam bentuk uang maupun barang/mesin
  3. Relasi, apakah ada keluarga atau teman yang sudah terlebih dahulu menekuni usaha yang sama.
Disamping itu, memiliki bidang usaha juga harus mempertimbangkan hal berikut:
  1. Pengaruh lingkungan sekitar
  2. Banyak sedikitnya permintaan masyarakat terhadap jenis usaha yang akan kita pilih
  3. Kecocokan anatara kebutuhan masyarakat dengan jenis usaha tertentu
  4. Banyak sedikitnya pesaing
  5. Adanya kemampuan untuk bertahan dan memenangkan persaingan
Peluang usaha di bidang jasa yang sangat dibutuhkan masyarakat, antara lain seperti berikut ini
1)    Jasa servis
Banyak orang yang ingin mengikuti perkembangan teknologi sehingga banyak sekali dijumpai alat canggih seperti televisi, VCD, Komputer, Vacuum cleaner, mesin cuci, sepeda motor, bahkan mobil.
2)   Jas Hiburan
Untuk mengurangi ketegangan pikiran karena kesibukan kerja, contoh bioskop, diskotik dan karokean.
3)   Jasa Transportasi
Contoh: menyediakan angkutan antar jemput  anak sekolah, rental mobil dan sebagainya.
4)   Jasa kesehatan
Contoh memberikan sarana kebugaran, kesehatan, dan kecantikan seperti finess, SPA, pijat refleksi dan pengobatan alternative.
5)   Jasa yang lain
Contoh jasa penitipan anak, catering, tenaga kebersihan, penulis atau pengetikan karya tulis sebagainya.
Sedangkan pemiliha produk, berupa barang yang dapat menciptakan peluang usaha adalah dengan mempertimbangkan produk-produk yang:
  1. Mudah dalam pemakaian
  2. Efisien dalam penggunaan
  3. Kualitas produk terjamin
  4. Hemat dalam pemakaian
  5. Adanya jaminan keamanan dalam pemakaian
A.1.2 Analisis peluang usaha berdasar minat dan daya beli konsumen
Untuk mengetahui besar-kecilnya minat masyarakat terhadap usaha yang kita dirikan, kita bisa melakukan observasi. Observasi ini bisa dilakukan dengan cara:
a)    Mengadakan pengamatan langsung ke pasar
b)   Melakukan wawancara
c)    Memberikan angket untuk diisi oleh calon konsumen
Demikian juga untuk mengetahui seberapa besar kekuatan daya beli konsumen. Kita harus meneliti siapa konsumen yang akan menggunakan produk kita:
  1. Apakah mereka dari kalangan atas, menengah, atau bawah?
  2. Apakah mereka berpenghasilan tinggi, sedang atau rendah?
  3. Apakah mereka anak-anak, remaja atau dewasa?
  4. Apakah mereka orang yang tinggal di kota, desa atau pesisir pantai?
A.2 Keberhasilan dan Kegagalan Usaha
A.2.1 KARAKTERISITIK WIRAUSAHA
Menurut  M. Scarborough dan Thomas W. Zimmerer (1993; 6-7 ) mengemungkakan delapan karakteristik wirausaha yaitu:
1. Memiliki rasa tanggung jawab atas usaha-usaha yang dilakukannya.
2. Lebih memilih risiko yang moderat.
3. Percaya akan kemampuan dirinya untuk berhasil
4. Selalu menghendaki umpan balik yang segera
5. Berorientasi ke masa depan, perspektif, dan berwawasan jauh ke depan
6. Memiliki semangat kerja dan kerja keras untuk mewujudkan keinginannya    demimasa depan   yang lebih baik .
7. Memiliki ketrampilan dalam mengorganisasikan sumber daya untuk menciptakan nilai tambah
8. Selalu menilai prestasi dengan uang.
Bygrave merumuskan 10 sifat dari wirusaha yang terkenal dengan istilah 10 D
yaitu :
a. Dream (mimpi)
Seorang wirausaha mempunyai bisi keinginan terhadap masa depan pribadi dan bisnisnya serta mempunyai kemampuan untuk mewujudkan impiannya.
b. Decisiveness (cepat mengambil keputusan)
Seorang wirausaha adalah orang yang tidak bekerja lambat. Mereka membuat
keputusan secara cepat dengan penuh perhitungan. Kecepatan dan ketepatan
mengambil keputusan adalah faktor kunci dalam kesuksesan bisnis.
c. Doers (pelaku)
Seorang wirausaha dalam membuat keputusan akan langsung menindaklanjuti.
Mereka melaksanakan kegiatannya secepat mungkin. Seorang wirausaha tidak maumenunda-nunda kesempatan yang baik dalam bisnisnya.
d. Determination (ketetapan hati)
Seorang wirausaha, melaksanakan kegiatannya dengan penuh perhatian. Rasa
tanggung jawabnya tinggi dan tidak mau menyerah, walaupun dihadapkan pada kalangan dan rintangan yang tidak mungkin dapat diatasi.
e. Dedication (dedikasi)
Seorang wirausaha memiliki dedikasi yang tinggi terhadap bisnisnya, kadang-kadang mengorbankan kepentingan keluarga untuk sementara. Wirausaha di dalam melaksanakan pekerjaannya tidak mengenal lelah. Semua perhatian dan kegiatannya dipusatkan semata-mata untuk kegiatan bisnisnya.
f. Devotion (kesetiaan)
Seorang wirausaha mencintai pekerjaan bisnisnya dan produk yang dihasilkannya. Hal inilah yang mendorong keberhasilan yang sangat efektif untuk menjual produknya.
g. Detail (rincian)
Seorang wirausaha sangat memperhatikan faktor-faktor kritis secara rinci. Dia tidak mau mengabaikan faktor-faktor kecil yang dapat menghambat kegiatan usahanya.
h. Destiny (nasib)
Seorang wirausaha bertanggung jawab terhadap nasib dan tujuan yang hendak dicapainya. Dia merupakan orang yang bebas dan tidak mau tergantung kepada orang lain.
i. Dollars (uang)
Seorang wirausaha tidak mengutamakan mencapai kekayaan, motivasinya bukan karena masalah uang. Uang dianggap sebagai ukuran kesuksesan bisnisnya. Ia berasumsi jika berhasil dalam bisnis maka ia pantas mendapat laba, bonus, atau hadiah.
j. Distribute (distribusi)
Seorang wirausaha bersedia mendistribusikan kepemilikan bisnisnya kepada orang orang kepercayaannya itu yaitu orang-orang yang kritis dan mau diajak mencapai sukses dalam bidang bisnisnya.
Faktor Keberhasilan dan Kegagalan
Keberhasilan dalam hidup pada dasarnya merupakan dambaan setiap orang dan karenanya orang akan melakukan apa saja untuk mencapainya. Dalam upaya mencapai keberhasilan tersebut kiranya perlu kita ketahui faktor apa yang dapat mempengaruhi keberhasilan dan kegagalan, dari hasil refleksi dapat dirumuskan bahwa secara umum keberhasilan dan kegagalan akan dipengaruhi oleh faktor-faktor berikut :
  • Pola pikir atau cara pandang terhadap usaha atau pekerjaan yang dijalankan (positif atau negatif).
  • Kepuasan diri
  • Keinginan untuk maju / mencapai yang lebih
  • Kontrol terhadap pengeluaran
  • Budaya instan
  • Manajemen waktu (disiplin waktu)
  • Kejujuran
  • Komitmen
  • Ketekunan dan motivasi
  • Kreativitas dan inovasi
  • Refleksi dan evaluasi terhadap kegiatan maupun kebiasaan
Apabila faktor-faktor diatas menunjukkan sisi positif, maka kemungkinan berhasil akan tinggi sedangkan apabila menunjukkan sisi negatif, maka akan berpotensi terjadi kegagalan.
Dalam konteks wirausaha, kiranya perlu juga kita ketahui faktor-faktor yang
mempengaruhi keberhasilan dan kegagalan dalam usaha. Adapun faktor-faktor tersebut adalah :
Faktor Keberhasilan usaha
  • Komitmen
  • Motivasi
  • Kejujuran
  • Kesehatan
  • Mengambil resiko
  • Kemampuan dalam membuat keputusan
  • Keadaan keluarga
  • Keterampilan mengelola usaha
  • Keterampilan teknis
  • Pengetahuhan tentang jenis usaha
Faktor Kegagalan usaha :
  • Diabaikan oleh pemiliknya
  • Kecurangan dan pencurian
  • Kurang keterampilan dan keahlian
  • Pengalaman yang tidak seimbang
  • Masalah pemasaran
  • Kebijakan pembayaran barang secara kredit dan pengawasan uang yang kurang baik.
  • Pengeluaran biaya yang tinggi
  • Persediaan dan peralatan yang berlebihan
  • Pengawasan persediaan yang buruk
A.2 Pengembangan Ide Kreatif dan Inovatif
B.1 Pengertian Kreatif
Pengertian Kretif Menurut Coleman  dan Hamman, berpikir kreatif adalah berpikir yang menghasilkan metode baru, konsep baru, pengertian baru, perencanaan baru, dan seni baru. Rawsilton menjelaskan berpikir kreatif dinamakan berpikir divergen atau lateral, yaitu menghubungkan idea tau hal-hal sebelumnya tidak berhubungan. Untuk dapat berpikir kretif dengan baik, diperlukan keberanian dan keyakinan pada diri sendiri.  Inovasi merupakan penerapan secara praktis gagasan yang kreatif.
B.2 Ciri dan Sifat Berpikir Kreatif
Menurut Denny dan Davis, orang yang mempunyai kreativitas yang tinggi cenderung memiliki cirri-ciri sebaga berikut:
a)    Fleksibel, artinya luwes tidak kaku harus menerima ide orang lain.
b)   Tidak konvensional artinya tidak lugu, apa adanya.
c)    Eksentrik (aneh), memiliki pola piker yang berbeda dari orang lain
d)   Bersemangat artinya mempunyai antutias yang tinggi
e)   Bebas, tidak mau terikat pada aturan-aturan tertentu.
f)    Berpusat pada diri sendiri.
g)   Bekerja Keras.
h)   Bededikasi artinya mempunyai keteguhan yang tinggi
i)     Inteligen memiliki pemikiran yang tinggi.
Berdasarkan analisis Faktor, Guilford menemukan, bahwa ada lima sifat yang menjadi kemampuan berpikir kreatif
a)    Fluency (kelancaran)
Kemampuan untuk menghasilkan banyak gagasan.
b)   Flexibility (Keluwesan)
Kemampuan untuk mengemukakan  bermaca-macam pemecahan atau pendekatan terhadap masalah.
c)    Orginality (Keaslian)
Kemampuan untuk mencetuskan gagasan dengan cara-cara yang asli, tidak klise.
d)   Elaboration(Penguraian)
Kemampuan untuk menguraikan sesuatu seraca terinci.
e)   Redefinition (Perumusan Kembali)
Kemampuan untuk menijau suatu persoalan berdasarkan perspektif yang berbeda dengan apa yang sudah diketahui oleh banyak orang.
B.3 Tahap-tahap Berpikir Kreatif
Dalam berpikir kreatif, terdapat tahap-tahap yang dilalui, mulai dari persiapan sampai diperoleh hasil pemikiran. Menurut Rawlinson, berpikir kreatif melewati tahapan sebagai berikut.
a)  Tahap Persiapan
Tahap untuk memperoleh fakta tentang persoalan yang akan dipecahkan (pengumpulan informasi atau data)
b)   Tahap usaha
Tahap dimana individu menerapkan cara berpikir divergen (menyebar). Pada tahap ini, diperlukan usaha yang sadar untuk memisahkan produksi ide dari evaluasi dengan menunda lebih dahulu adanya penilaian terhadap ide-ide muncul.
c)    Tahap Inkubasi
Tahap dimana individu seakan-akan meninggalkan (melepaskan diri) dari persoalan dan memasukannya kea lam bawah sadar (mengeraminya), sedangkan  kesadarannya memikirkan hal-hal yang lain.
d)   Tahap pengertian
Tahapnya diperoleh insight atau yang biasa disebut aha erlibnis. Ciri Khas dari tahap ini adalah adanya sinar penerangan (Iluminasi) yang mendadak menyadarkan orang akan ditemukannya jawaban.
e)   Tahap Evaluasi
Pada tahap ini, ide-ide yang dihasilkan diperiksa dengan teliti serta dengan kritis memisahkan ide-ide yang kurang berguna, tidak sesuai ataupun yang terlalu mahal biayanya bila dilaksanakan.
Berdasarkan penelitian, kreativitas dapat diidentifikasikan menjadi 3 tipe:
  1. Menciptakan; proses membuat sesuatu yang tidak ada menjadi ada.
  2. Memodifikasi: mencari cara untuk membentuk fungsi-fungsi baru atau menjadikan seseuatu menjadi berbeda.
  3. Mengkombinasikan; menggabungkan dua hal atau lebih yang sebelumnya tidak saling berhubungan.
Kreativitas dan Inteligensi mempunyai perbedaan. Orang yang kreatif belum tentu inteligensinya tinggi, dan sebaliknya. Para peneliti membuat empat variasi hubungan kretivitas dengan inteligensi, yaitu:
  1. Kreativitas  rendah, inteligensi rendah
  2. Kreativitas tinggi, inteligensi tinggi
  3. Kretivitas rendah, inteligensi tinggi
  4. Kreativitas tinggi, inteligensi rendah
Orang yang kreatif tidak takut dengan semakin sempitnya lapangan kerja, karena orang kreatif dapat menciptakan lapangan kerja untuk dirinya sendiri maupun orang lain.

B.4  Pengertian dan Arti Penting Inovasi
Inovasi, yaitu penemuan atau terobosan yang menghasilkan produk baru yang belum pernah ada sebelumnya atau mengerjakan sebuah produk yang sudah ada dengan cara yang baru. Seorang Sosiologi, Schumpeter, menyatakan bahwa Inovasi adalah pembeda antara seorang wirausahawan dan pengusaha biasa. Inovasi harus dilakukan terus-menerus agar usaha yang dilakukan menghasilkan keuntungan dan berumur panjang.

B.5 Prinsip-prinsip Inovasi
a. Prinsip keharusan
a) Keharusan menganalisis peluang
b) Keharusan memperluas wawasan
c) keharusan untuk bertindak efektif
d) Keharusan untuk tidak berpikir muluk
b. Prinsip Larangan
a) larangan untuk berlaga pinter
b) Larangan untuk rakus
c) Larangan utuk berpikir terlalu jauh kedepan
c. Mengembangkan cara berpikir inovatif
a) biasakan memiliki mimpi
b) Perkayalah sumber ide
c) Biasakan diri menerima perbedaan dan perubahan
d) Tumbuhkan sikap empati


THANKS TO : https://nisfia.wordpress.com/kewirausahaan/. diakses pada 1 januari 2017

ANTRAKS

B. anthracis  adalah bakterium pertama yang ditunjukkan dapat menyebabkan penyakit. Hal ini diperlihatkan oleh Robert Koch pada tahun 1877...