Rabu, 01 Maret 2017

MAKALAH MENGENAI REPRODUKSI TERNAK RUMINANANSIA

MAKALAH MENGENAI REPRODUKSI TERNAK RUMINANANSIA


BAB I
PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
Usaha peternakan di Indonesia sampai saat ini masih menghadapi banyak kendala, yang mengakibatkan produktivitas ternak masih rendah. Salah satu kendala tersebut adalah masih banyaknya gangguan reproduksi menuju kemajiran pada ternak betina. Akibatnya, efisiensi reproduksi akan rendah dan kelambanan perkembangan populasi ternak. Dengan demikian perlu adanya pengelolaan ternak yang baik agar daya reproduksi meningkat sehingga menghasilkan efisiensi reproduksi tinggi yang diikuti dengan produktivitas ternak yang tinggi pula.
BAB II
PENGELOLAAN REPRODUKSI
A. PENDAHULUAN
Reproduksi merupakan proses yang majemuk pada setiap individu ternak maupun manusia (biasa disebut nglakeni pada manusia). Reproduksi merupakan proses perkembangan suatu makhluk hidup yang dimulai sejak masuknya kontol pada empik hingga bersatunya sel telur dan sel mani menjadi individu baru yang disebut zigot yang disusul dengan kebuntingan dan diakhiri dengan kelahiran.
Sapi betina tidak hanya memproduksi sel kelamin yang sangat penting untuk mengawali kehidupan turunan yang baru, tetapi ia juga menyediakan tempat beserta lingkungannya untuk perkembangan individu baru .
Usaha peternakan di Indonesia sampai saat ini masih banyak menghadapi kendala yang mengakibatkan produktivitas ternak yang rendah. Hal ini ditengarai dengan banyaknya laporan dari peternak mengenai kasus gangguan reproduksi (ternak infertile, mandul, ngk bias ngaceng pada pejantan) yang mengakibatkan kerugian yang besar terhadap pemilik ternak. Setiap induk ternak yang dimiliki oleh peternak mempunyai tiga kemungkinan status reproduksi, yaitu :
1) Berada pada kondisi kesuburan yang normal (siap dilakeni pejantan)
2) Kondisi kemajiran ringan atau infertile
3) Kondisi kemajiran yang tetap (steril)
4) Kondisi pejantan susah ngaceng..
Ketiga status tersebut diatas tergantung pada baik atau tidaknya tingkat pengelolaan reproduksi pada ternak. Bila suatu kawasan peternakan banyak menghadapi kasus gangguan reproduksi, ada beberapa parameter yang dapat dipakai sebagai acuan yang menyatakan bahwa wilayah tersebut terdapat gangguan reproduksi :
1. Jarak antara beranak lebih dari 400 hari
2. Jarak antara melahirkan sampai bunting kembali melebihi 120 hari
3. Angka kebuntingan kurang dari 50 %
4. Rata rata jumlah proses lakenisasi perkebuntingan lebih besar dari dua
5. Jumlah induk sapi yang membutuhkan lebih dari tiga kali IB untuk terjadinya kebuntingan melebihi 30 %.
Melihat betapa pentingnya proses reproduksi bagi suatu usaha peternakan bila mengingat bahwa tanpa adanya reproduksi, mustahil produksi ternak dapat diharapakan menjadi maksimal. Oleh sebab itu pengelolaan reproduksi merupakan bagian yang amat penting dalam suatu usaha peternakan.
Faktor pengelolaan reproduksi meliputi :
1. Pemberian pakan yang berkualitas dan cukup
2. Lingkungan serasi yang mendukung perkembangan ternak
3. Tidak menderita penyakit khususnya penyakit menular kelamin (sipilis maupun impoten)
4. Tidak menderita kelainan anatomi kelamin yang bersifat menurun (missal pelernya sengkle, atau ambingnya memble)
5. Tidak menderita gangguan keseimbangan hormone khususnya hormone reproduksi
6. Sanitasi kandang yang baik.
Untuk mendukung keberhasilan pengelolaan reproduksi perlu juga dilaksanakan program kesehatan reproduksi meliputi :
1. Meningkatkan keterampilan dan kesdaran beternak bagi para peternak
2. Pemeriksaan secara tetap tiap bulan pada ternak betina oleh petugas kesehatan reproduksi (di iwik-iwik empiknya)
3. Penilaian terhadap prestasi reproduksi induk.
4. Pelaksanaan perubahan pengelolaan reproduksi menuju keuntungan yang lebih baik, yang meliputi :
a. Penyediaan ransum pakan untuk induk yang sedang bunting dan laktasi
b. Keserasian kondisi lingkungan untuk pertumbuhan ternak
c. Deteksi Berahi yang tepat,.
d. Waktu tepat kenthu (pada saat betina birahi harus ada pejantan yang melakeninya atau anda sendiri yang melakeninya)
e. Pengelolaan yang tepat terhadap uterus pasca melahirkan.
B. ANATOMI REPRODUKSI BETINA
Organ reproduksi pada sapi betina terdiri dari organ genitalia interna (ovarium,oviduk,uterus,cervix uteri dan vagina) dan organ genitalia eksterna (vestibulum dan vulva). Ovarium merupakan organ reproduksi primer yang menghasilkan ova dan hormon-hormon kelamin betina. Sedangkan oviduk,uterus,cervix uteri,vagina dan vulva merupakan organ reproduksi sekunder yang bisa dibeli di toko elektronik masa kini dan berfungsi menerima dan menyalurkan sel-sel kelamin jantan dan betina,memberi makan dan melahirkan individu baru.
OVARIUM
Berbeda dengan testis/peler, ovarium tertinggal di dalam cavum abdominalis. Ia mempunyai dua fungsi, sebagai organ eksokrin yang menghasilkan sel telur atau ovum dan sebagai organ endokrin yang mensekresikan hormon-hormon kelamin betina,estrogen dan progesteron. Ovarium sapi dan domba berbentuk oval.
Pada sapi ukuran ovarium bervariasi dengan panjang 1,3-5,0 cm, lebar 1,3-3,2 cm, dan tebal 0,6-1,9 cm. Ovarium kanan umumnya lebih besar daripada ovarium kiri, karena secara fisiologik dia lebih aktif. Berat ovarium juga bervariasi antara 10 sampai 20 gram.
OVIDUK (Tuba Fallopii)
Oviduk atau Tuba Fallopii merupakan saluran kelamin paling anterior, kecil, berliku-liku dan terasa keras seperti kawat terutama pada pangkalnya. Pada sapi panjangnya mencapai 20-30 cm dan diameternya 1,5-3,0 cm. Fungsi oviduk adalah menerima atau menangkap sel telur yang diovulasikan.
UTERUS
Uterus merupakan suatu struktur saluran muskuler yang diperlukan untuk penerimaan ovum yang telah dibuahi, nutrisi dan perlindungan foetus, dan stadium permulaan ekspulsi foetus pada waktu kelahiran. Uterus teridiri dari cornua, corpus, dan cervix. Pada sapi, domba dan kuda mempunyai uterus jenis uterus bipartitus, terdapat suatu dinding penyekat (septum) yang memisahkan kedua cornua dan corpus uteri yang cukup panjang. Cornu uteri pada sapi dan domba berlekuk seperti tanduk domba jantan. Pada sapi dara setiap cornu uteri membentuk satu putaran spiral lengkap, sedangkan pada sapi-sapi pluripara (sudah sering beranak) spiral tersebut sering hanya mencapai setengah putaran.
Uterus mempunyai sejumlah fungsi penting. Pada waktu perkenthuan, kerja kontraksi uterus mempermudah pengangkutan sperma ke oviduk. Sebelum implantasi, ia mengandung cairan uterus yang menjadi medium bersifat suspensi bagi blastocyt,dan sesudah implantasi uterus menjadi tempat pembentukan placenta dan perkembangan foetus.
CERVIX UTERI
Cervix atau leher uterus merupakan suatu otot sphincter tubuler yang sangat kuat dan terdapat antara vagina dan uterus. Dindingnya lebih keras, lebih tebal dan lebih kaku daripada dinding-dinding uterus atau vagina, dan dinding cervix ditandai oleh berbagai penonjolan-penonjolan. Pada ruminansia penonjolan-penonjolan ini terdapat dalam bentuk lereng-lereng transversal dan saling menyilang, disebut cincin-cincin annuler. Cincin-cincin ini sangat nyata pada sapi (biasanya 4 buah) dan domba, yang dapat menutup rapat cervix secara sempurna. Cervix uteri berfungsi sebagai saluran yang memudahkan (dengan mukus cervixnya) sperma menuju lumen uterus, berperan menyeleksi sel sperma yang viable dari sel sperma yang non viable dan cacat/rusak,menutup dan menjaga kondisi uterus selama masa kebuntingan.


VAGINA
Vagina adalah organ kelamin betina dengan struktur selubung muskuler yang terletak di dalam rongga pelvis dorsal dari vesica urinaria, dan berfungsi sebagai alat kopulatoris dan sebagai tempat berlalu bagi foetus sewaktu partus.
ORGAN GENITALIA EKSTERNA
Alat kelamin luar terbagi atas vestibulum dan vulva. Vulva terdiri atas labia majora,labia minora,commisura dorsalis dan ventralis serta clitoris. Vestibulum memiliki beberapa otot sirkuler atau seperti sphincter yang menutup saluran kelamin terhadap dunia luar. Selama partus vestibulum berfungsi sebagai tempat tumpuan pertautan bagi seluruh saluran kelamin yang berkontraksi sewaktu mengeluarkan foetus.
C. SIKLUS BERAHI
Produktifitas ternak tergantung langsunng maupun tidak langsung pada kemampuan reproduksinya. Ternak dengan kecepatan reproduksi tinggi, disertai seleksi yang baik dalam perkenthuannya pasti akan meningkatkan produksi hasil ternaknya.
Target manajemen reproduksi pada suatu kelompok ternak :
1. mendapatkan pedet yang sehat dari satu kelahiran pertahun
2. meningkatkan mutu genetic pedet
3. waktu laktasi 305 hari
Untuk meningkatkan efisiensi reproduksi :
1. Penyembuhan uterus normal selama 6 minggu
2. Penampakan tanda birahi dan recover ovulasi
3. Deteksi birahi secara tepat dan peningkatan kebuntingan setelah IB
4. Semen dengan kualitas baik di IBkan pada 12 – 18 jam sebelum ovulasi.
1. Pubertas
Perkembangan dan pendewasaan alat kelamin dipengaruhi oleh banyak faktor, diantaranya adalah bangsa sapi dan manajemen pemberian pakan. Dalam kondisi pemberian pakan yang baik pubertas pada sapi betina dapat terjadi pada umur 5 – 15 bulan. Berat badan dan atau besar tubuh lebih penting daripada umur, sebab sapi yang diberi pakan rendah dua kali lebih tua daripada umur yang dicapai oleh sapi dengan tingkatan yang tinggi. Dimana bobot badan yang ideal untuk pubertas berkisar 227 – 272 kg pada umur rata – rata 15 bulan.
Sapi mencapai dewasa kelamin sebelum dewasa tubuh tercapai. Keterangan ini memberi petunjuk agar tidak mengawinkan sapi betina pada waktu munculnya tanda-tanda pubertas yang pertama, Karen ajika mengawinkan terlalu cepat, maka sapi akan bunting dengan kondisi badan masih dalam proses pertumbuhan, maka tubuhnya harus menyediakan makanan untuk pertumbuhan dirinya dan anak dalam rahimnya.
Umur Pubertas (bulan)
Bangsa Betina Jantan
Kambing – Domba 7-10 4-6
Babi 4-7 4-8
Sapi 8-11 10-12
Sapi Brahman 15-18
Kuda 15-18 13-18
Waktu pubertas lebih dipengaruhi oleh perkembangan tubuh dibandingkan dengan umur
% Berat Badan Saat Pubertas
Sapi Perah 30-40% BB dewasa
Sapi Potong 45-55% BB dewasa
Kambing 40-60% BB dewasa
2. Urutan Waktu Dalam Siklus Birahi
a. Lama Siklus Birahi : 18 – 24 hari atau ± 21 hari
b. Lama birahi : 6 – 30 jam atau rata – rata 17 jam, tergantung umur
Birahi mulai sore lebih lama 2- 4 jam daripada birahi pagi
c. Waktu ovulasi : sejak awal birahi sampai ovulasi berkisar antara 16 – 65 jam atau rata – rata 25 – 30 jam
d. Birahi setelah beranak : 21 -80 hari atau rata – rata 60 hari sejak beranak, bisa juga tergantung interval pemerahan :
• Pada sapi yang diperah 4 kali sehari terjadi birahi ± 69 hari sejak beranak
• Pada sapi yang diperah 2 kali sehari terjadi birahi ± 46 hari sejak beranak atau rata – rata 60 hari
• Pada induk yang menyusui anak akan kembali birahi pada hari ke – 72 sejak beranak
3. Birahi / Estrus
Estrus adalah fase yang terpenting dalam siklus berahi, karena dalam fase ini hewan betina memperlihatkan gejala yang khusus untuk tiap-tiap hewan, dan dalam fase ini pula hewan betina mau menerima pejantan untuk kopulasi. Ciri khas dari estrus adalah terjadinya kopulasi. Jika hewan menolak untuk kopulasi, maka penolakan tersebut memberi pertanda bahwa hewan betina masih dalam fase proestrus atau fase estrus telah terlewat. Tanda lain yang umumnya mereka perlihatkan tanda gelisa, nafsu makan berkurang atau hilang sama sekali, menghampiri pejantan dan tidak lari bila pejantan menungganginya. Dalam servic jumlah lendir maupun jumlah sekresi lendir dalam tiap-tiap kelenjar bertambah. Pada sapi lendir yang dihasilkan oleh service ini bersifat bening, terang tembus dan mengalir ke vagina. Vagina dan vulva pada jenis hewan tidak memperlihatkan banyak perubahan, hanya pada dara (betina yang baru pubertas) pada umumnya terjadi kebengkakan vulva serta perubahan vaskularisasi hingga warnanya agak kemerah-merahan dan selalu terlihat pada waktu estrus.Perubahan-perubahan seperti ini pada hewan betina dewasa yang telah beberapa kali beranak, sering tidak nyata.
VARIASI SIKLUS ESTRUS PADA BERBAGAI SPESIES HEWAN
Domba Babi Sapi Kuda
Lama Siklus Berahi 14-19 hari 17-22 hari 18-24 hari 16-24 hari
Lama Berahi 24-36 jam 48-72 jam 12-19 jam 2-11 jam
Waktu Ovulasi 24-36 jam
(setelah awal berahi) 35-45 jam
(setelah awal berahi) 10-11 jam
(setelah akhir estrus) 1-2 hari
(sebelum akhir estrus)
Waktu untuk Inseminasi Buatan 12-18 jam
setelah awal
estrus 16-24 jam
setelah awal estrus dan diulang kembali
8-24 jam kemudian 7-18 jam
setelah awal berahi Hari kedua dan
hari-hari lain selama berahi
Peternak atau petugas akan mudah melakukan deteksi birahi apabila memahami tanda – tanda birahi sapi terjadi serta kebiasaan rutin sapi tersebut. Oleh sebab itu perlu adanya pola rutin deteksi birahi :
a. Deteksi 3 kali sehari yaitu pada pagi hari saat pagi, pada siang hari saat sapi dalam kondisi tenang / istirahat dan pada sore hari.
b. Waktu pengamatan birahi dilakukan sesuai dengan siklus birahi yaitu setiap hari ke -19 -23 (rata – rata pada hari ke – 21) setelah birahi sebelumnya. Kegiatan ini dapat dilakukan dengan bantuan kalender IB dan jika ada tanda – tanda segera lapor kepada petugas IB
c. Petugas dapat melakukan palpasi rectal untuk mengetahu kondisi ovarium
Angka kebuntingan tertinggi atau waktu IB terbaik adalah 4 – 20 jam sejak awal birahi
5. Saat Yang Tepat Melakukan Inseminasi Buatan Sapi
Dalam pelaksanaan di lapangan, baik inseminator maupun pemilik sapi sukar untuk dapat mengetahui saat dimulainya estrus, lebih-lebih saat ovulasi. Untuk memudahkan pelaksanaan, maka dibuat petunjuk umum yang dapat digunakan dengan mudah. Faktor yang terpenting dalam petunjuk tersebut adalah pengamatan terhadap berahi. Bila gejala berahi sudah terlihat maka saat inseminasi mudah ditentukan. Sehingga petunjuk praktisnya sebagai berikut, jika sapi terlihat berahi pada pagi hari ini, maka inseminasi harus dilakukan pada hari itu juga, sedangkan bila sapi terlihat berahi pada sore hari ini, maka inseminasi harus dilakukan pada esok harinya sebelum jam 12.00 siang.
PETUNJUK WAKTU MELAKUKAN I.B. PADA SAPI
Sapi terlihat berahi Saat yang baik melakukan I.B. Terlambat
Pada pagi hari ini I.B. Hari ini juga Ditangguhkan sampai besok
Sore atau malam hari I.B. besok pagi sebelum jam 12.00 siang Sesudah jam 12.00 esok harinya
D. KEBUNTINGAN
Periode kebuntingan dimulai dengan pembuahan dan berakhir dengan dengan kelahiran anak yang hidup. Kebuntingan pada sapi dapat didiagnosa melalui palpasi rectal dan penentuan kadar progesterone dalamserum darah. Darah dapat diambil pada hari 21 sampai 24 sesudah IB untuk diperiksa di laboratorium dengan metode radioimmunoassay (RIA) atau metode ELISA.
PEMERIKSAAN KEBUNTINGAN
INDIKASI LUAR
Berhentinya gejala-gejala birahi sesudah IB sudah bisa menandakan adanya kebuntingan, akan tetapi tidak berarti bahwa seratus persen akan terjadi kebuntingan. Peternak mungkin lalai atau tidak memperhatikan gejala birahi walaupun tidak terjadi kebuntingan. Kematian embrio dini atau abortus mungkin saja dapat terjadi. Perubahan-perubahan patologis dapat terjadi didalam uterus seperti myometra, sista ovarium bisa menyebabkan kegagalan birahi. Penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara perdarahan setelah IB dengan konsepsi.
Kelenjar susu pada sapi dara berkembang dan membesar mulai kebuntingan 4 bulan. Pada sapi yang pernah beranak/ sering beranak pembesaran ambing terjadi pada 1 sampai 4 minggu menjelang kelahiran.
Ternak betina bertambah tenang, lamban dan hati-hati dalam pergerakannya sesuia dengan bertambahnya umur kebuntingan. Pada minggu terakhir kebuntingan ada kecenderungan pertambahan berat badan. Pada akhir kebuntingan ligamentum pelvis mengendur, terlihat legokan pada pangkal tulang ekor, oedema dan relaksasi vulva.
Pada umur kebuntingan 6 bulan keatas gerakan fetus dapat dipantulkan dari dinding luar perut. Fetus teraba sebagai benda padat dan besar yang tergantung berayun didalam struktur lunak perut (abdomen).
INDIKASI DALAM
Palpasi per-rektal terhadap uterus, ovaria dan pembuluh darah uterus adalah cara diagnosa – diagnose kebuntingan yang paling praktis dan akurat pada sapi dan kerbau.
Sebelum palpasi rektal perlu dikatahui :
• Sejarah perkenthuan ternak yang bersangkutan
• Tanggal melahirkan terakhir
• Tanggal dan jumlah perkenthuan atau IB
• Kejadian-kejadian penyakit pada ternak tersebut
Catatan reproduksi yang lengkap sangat membantu dalam menentukan kebuntingan secara cepat dan tepat.
E. KELAHIRAN
Sejumlah teori telah banyak memaparkan mengenai penyebab awal kelahiran, pada umumnya didasarkan atas pengaruh hormon dan keterbatasan perluasan dan pertumbuhan uterus. Bukti – bukti menyatakan bahwa kadar estrogen menaik menjelang akhir kebuntingan dan kenaikan ini menimbulkan kepekaan urat daging uterus dan menghentikan perluasan uterus. Akibat tekanan didalam uterus yang meningkat akan menyebabkan bertambahnya rangsangan . Kenaikan tekanan dalam uterus beserta bertambahnya kepekaan uterus akan menyebabkan dilepaskannya hormon oxytocin sehingga terjadi kontraksi uterus yang kuat yang mendorong fetus keluar.
GEJALA-GEJALA MENJELANG PARTUS
Gejala-gejala menjelang partus hampir sama pada semua ternak, tetapi tidak konstan antara individu ternak. Oleh karena itu gejala –gejala ini tidak dapat dipakai untuk meramalkan secara tepat waktu partus seekor ternak, tetapi dapat merupakan indikasi yang baik terhadap perkiraan waktu kelahiran yang diharapkan.
Pada sapi ligamen-ligamen pada pelvis (urat-urat daging pada pinggul) sangat mengendur yang menyebabkan penurunan urat daging pada bagian belakang. Pada kebanyakan sapi pengenduran urat-urat daging ini menandakan bahwa partus kemungkinan akan terjadi dalam waktu 24 sampai 48 jam.
Vulva menjadi sangat oedematus (bengkak), melonggar sampai 2-6 kali dari ukuran normal. Ambing membesar dan oedematus. Pada sapi dara pembengkakan dimulai bulan ke empat pereode kebuntingan, pada sapi yang pernah beranak (pluripara) pembesaran ambing mungkin tidak nyata 2- 4 minggu sebelum partus.
Suatu lendir putih, kental dan lengket keluar dari bagian kranial vagina mulai bulan ke tujuh masa kebuntingan, lendir tersenut makin banyak keluar menjelang kelahiran. Segera sebelum partus jumlah lendir sangat meningkat.
Selama beberapa jam sebelum partus ternak memperlihatkan penurunan napsu makan dan ketidaktenangan, mengibas-ngibaskan ekor, menyentak-nyentak kaki, berbaring dan bangkit lagi kembali.
TAHAP-TAHAP KELAHIRAN
Walaupun aktivitas partus merupakan suatu proses yang berkesinambungan, tetapi sebagai gambaran diskriptif dapat dibagi 3 tahap.
Tahap Pertama
Tahap ini ditandai dengan konstraksi aktif serabut-serabut urat daging pada dinding rahim (uterus) dan melebarnya (dilatasi) leher rahim (cervix). Kondisi ini terjadi karena adanya perubahan hormonal dalam tubuh induk menjelang kelahiran. Konstraksi uterus terjadi setiap 10 menit sampai 15 menit dan berlangsung sampai 15 sampai 30 detik.
Tahap pertama pada sapi yang baru pertama kali melahirkan nampak berlangsung lebih lama daripada sapi yang sudah pernah beranak. Pada tahap pertama ini yang nampak adalah ternak kalihatan gelisah, napsu makan turun, sebentar berbaring sebentar berdiri. Menjelang akhir tahap ini ketuban (allantochorion) nampak keluar dari vagina dan kemudian pecah. Fetus sudah mulai memposisikan diri untuk keluar dari uterus
Tahap Kedua
Tahap kedua ini ditandai oleh pemasukan fetus kedalam saluran kelahiran yang berdilatasi, pecahnya kantong ketuban (allantois), kontraksi abdominal atau perejanan dan pengeluaran fetus melalui vulva. Selama tahap kedua ini, uterus mengalami perejanan 4 sampai 8, setiap 10 menit dan berlangsung 80 sampai 100 detik. Perejanan berulang-ulang berlangsung terus dan kaki fetus terlihat di vulva. Sewaktu kaki fetus melewati vulva, kantong amnion pecah. Peningkatan konstraksi abdominal terjadi pada waktu kepala, bahu dan pinggul fetus memasuki pelvis. Ketika kepala fetus memasuki vulva, pada saat inilah terjadi perejanan perut (abdominal) yang terkuat pada proses partus. Sesudah kepala fetus melewati vulva, biasanya induk istirahat untuk beberapa menit sebelum kembali merejan dengan kuat sewaktu dada fetus berlalu melewati saluran pelvis. Pinggul segera menyusul kemasuki saluran kelahiran. Tahap kedua proses kelahiran berlangsung 0,5 sampai 3 atau 4 jam. Pada sapi yang sudah sering beranak tahap ini hannya memerlukan setengah sampai satu jam.
Tahap Ketiga
Tahap ketiga ini adalah tahap terakhir dari suatu proses kelahiran yang ditandai dengan pengeluaran selaput fetus/ ari-ari (plasenta) dan involusi uterus. Pengeluaran plasenta secara normal selasai dalam beberapa jam setelah pengeluran fetus. Lama waktu yang diperlukan yntuk pengeluaran plasenta pada sapi adalah 0,5 sampai 8 jam.
D. GANGGUAN REPRODUKSI DAN PENANGANANNYA
Gangguan Reproduksi Yang Biasa Terjadi Pada Sapi :
A. Birahi tenang (Silent Heat)
Birahi tenang atau birahi tidak teramati banyak dilaporkan pada sapi potong; sapi dengan birahi tenang mempunyai siklus reproduksi normal, namun gejala birahinya tidak terlihat. Birahi tenang akan mengakibatkan peternak tidak dapat mengetahui kapan sapinya birahi, sehingga tidak dapat dikenthukan dengan tepat.
Birahi tenang pada sapi karena beberapa kemungkinan yaitu :
a. faktor genetis
b. manajemen peternakan yang kurang baik
c. defisiensi komponen-komponen pakan atau defisiensi nutrisi,
d. kondisi fisik jelek, kebanyakan karena parasit interna (cacing),
B. Tidak birahi sama sekali (anestrus)
Tidak birahi sama sekali atau anestrus adalah keadaan dimana memang tidak terjadi siklus reproduksi, tidak ada ovulasi, sehingga tidak terjadi gejala birahi sama sekali. Kasus anestrus pada sapi perah cukup banyak ditemui, umumnya terjadi setelah beranak. Anestrus pada sapi perah akibat defisiensi nutrisi umumnya berupa penurunan ovaria (hipofungsi ovaria) bisa mencapai 90% dan akibat adanya peradangan saluran reproduksi 10%.
C. Kenthu berulang (Reapet Breeder)
Kenthu berulang adalah induk ternak yang mempunyai siklus birahi normal dan gejala birahi yang jelas tetapi bila dikenthukan atau di inseminasi buatan berulang-ulang tidak pernah menjadi bunting.
Penyebab kenthu berulang adalah:
§ Faktor kegagalan pembuahan (fertilization failure)
§ Faktor kematian embrio dini (early embrionic death)
Penanganan gangguan reproduksi dapat dilakukan sebagai berikut :
a. Perbaikan kondisi tubuh, usahakan kondisi fisik (body condition score = BCS, skor kondisi tubuh = SKT) optimum untuk reproduksi, yaitu sekitar 3,0 dari suatu cara penilaian kondisi tubuh antara 1 (kekurusan) dan 5 (kegemukan). Perbaikan kondisi tubuh dapat lebih cepat dibantu dengan perbaikan pemberian pakan yang berkualitas dan dalam jumlah yang cukup, dan pemberian obat cacing secara teratur (reguler).
b. Intensifikasi pengamatan birahi individu sapi. Penanganan yang lebih sering, terutama pada waktu malam hari. Pengamatan birahi akan lebih mudah bila dimungkinkan untuk menjadikan sejumlah sapi-sapi betina yang berdekatan dalam satu kandang lepas besar atau dalam satu padangan untuk dilakukan inseminasi buatan atau kenthu pejantan.


 DIAKSES : busono woro.2013. https://reproduksiternak.wordpress.com/2013/02/16/reproduksi-ternak-ruminansia/ 1 maret 2017.

Jumat, 27 Januari 2017

perbedaan antara hama dan penyakit

Apa ya perbedaan antara hama dan penyakit? Bagi Anda yang berprofesi sebagai petani, pasti sudah akrab dengan istilah hama serta penyakit. Yap, keduanya sama-sama merupakan musuh utama karena bisa menurunkan produktifitas dan merusak lahan budidaya.
Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), hama adalah hewan yang mengganggu produksi pertanian. Contohnya babi hutan, tupai, tikus, wereng, ulat, dan lain-lain. Sedangkan pengertian penyakit ialah sesuatu yang menyebabkan terjadinya gangguan pada makhluk hidup, atau gangguan kesehatan yang disebabkan oleh bakteri, virus, atau kelainan sistem faal atau jaringan pada organ tubuh (pada makhluk hidup).
HAMA
perbedaan-hama-dan-penyakit.jpg
Hama merupakan organisme yang dapat merusak lingkungan oleh sebab aktifitasnya. Hama bisa merusak akar, batang, daun, daun, buah, bunga, atau bagian tanaman lainnya. Akibat dari serangan hama, suatu tanaman akan mengalami kerusakan, tidak normal, hingga mati.
Hama dapat dilihat menggunakan mata telanjang dan mayoritas berasal dari bangsa binatang. Suatu hama umumnya merusak bagian tanaman tertentu karena ingin memakannya atau membuat sarang di sekitarnya. Hama bisa ditangani menggunakan pestisida yang sesuai.
PENYAKIT
gambar-penyakit-dan-hama.jpg
Penyakit disebabkan oleh aktifitas fisiologis yang menimbulkan kerugian akibat gangguan yang terjadi secara terus-menerus. Penyakit umumnya dinyatakan dalam keadaan patologi khas yang biasa disebut gejala. Tanaman yang terkena penyakit akan mengalami penurunan tingkat produktifitas sampai mati secara perlahan-lahan.
Secara garis besar, sulit sekali melihat penyebab penyakit dengan mata telanjang. Hal ini dikarenakan penyakit biasanya ditimbulkan oleh mikro organisme seperti virus dan bakteri serta jamur atau cendawan. Mayoritas serangan penyakit selalu diawali dengan tanda-tanda tertentu hingga tumbuhan yang berpenyakit tersebut mati.
PERBEDAAN
Berikut ini perbedaan-perbedaan hama dan penyakit menurut versi Farof selengkapnya!
  1. Hama merupakan organisme pengganggu dan penyakit adalah mikro organisme perusak.
  2. Hama bisa dilihat dengan mata telanjang, tetapi penyakit tidak.
  3. Serangan hama langsung merusak tanaman, sedangkan serangan penyakit tidak langsung melainkan perlahan-lahan.
  4. Hama bisa diatasi memakai pestisida, sementara penanganan penyakit dapat menggunakan fungisida dan bakterisida. 

abidin zainal.2016.perbedaan antara hama dan penyakit.http://farof.blogspot.co.id/2016/02/perbedaan-hama-dan-penyakit-apa-ya.html.diaksespada28 januri2017

apa perbedaan antara bebek dan itik

Apakah perbedaan antara bebek dan itik? Itik adalah unggas yang hidupnya di darat, pandai berenang, badannya seperti angsa, tetapi lebih kecil. Sedangkan bebek sering diterjemahkan sama dengan itik. Antara bebek dan itik sama-sama merupakan binatang piaraan yang dimanfaatkan untuk keperluan konsumsi.
Sebelum kita menelusuri perbedaan yang dimiliki oleh bebek dengan itik lebih jauh, yuk kenali dulu ciri-ciri dari kedua unggas ini!
Bebek
perbedaan-bebek-dan-itik.jpg
Pada dasarnya, budidaya bebek dilakukan untuk mengambil dagingnya. Meski bebek juga mampu menghasilkan telur, namun prioritas utamanya adalah daging yang sesuai dengan permintaan pasar. Bebek memiliki ciri-ciri antara lain tubuhnya gemuk, berjalan horisontal, dan gerakannya lambat. Selain bebek, unggas air yang juga dimanfaatkan dagingnya ialah angsa.
Itik
gambar-itik.jpg
Itik adalah unggas air yang lumrah dibudidayakan untuk diambil telurnya. Karakteristik itik yaitu bertubuh ramping, gerakannya lincah, dan berjalan tegak. Ada 2 macam bibit itik yakni itik unggul dan itik sedang. Kendati itik sedang lebih jarang menghasilkan telur, tetapi ukuran telur-telurnya lebih besar.
Perbedaan
Pasti Anda sudah tahu dong perbedaan-perbedaan antara bebek dan itik? Nah, berikut ini kesimpulannya dari kami!
  1. Bebek merupakan unggas pedaging dan itik adalah unggas petelur.
  2. Bebek memiliki tubuh yang gemuk, tetapi itik mempunyai tubuh yang ramping.
  3. Bebek berjalan horisontal, sedangkan itik berjalan secara tegak.
  4. Bebek bergerak dengan lambat, sementara itik gerakannya cukup lincah. 


abidan zainal.2016.perbedaan itik dan bebek.http://farof.blogspot.co.id/2016/02/ternyata-ini-perbedaan-bebek-dan-itik.html.diakses pada 28 febuari 2017

Sabtu, 21 Januari 2017

Mengobati penyakit berak kapur ayam secara alami

Bagi kalian yang suka memelihara ayam pasti pernah mendapati ayam kalian terkena penyakit ini namun mungkin ada dari kalian belum tahu tentang penyakit yang sering menyerang ayam ini, ya berak kapur, berak putih atau pullorum merupakan salah satu penyakit yang menyerang ayam yang disebabkan oleh bakteri salmonellosis pullorum sehingga terjadilah infeksi atau peradangan pada saluran pencernaan ayam dan akhirnya menimbulkan diare. Banyak penyebab dari terkenanya penyakit ini seperti faktor cuaca yang kurang baik, kotoran yang jarang dibersihkan pada area kandang.
Bila ayam kalian terserang penyakit ini maka sebaiknya sesegeralah melakukan penanganan karena penyakit ini termasuk penyakit menular pada ayam sehingga bila tidak segera melakukan tindakan dikawatirkan akan menular pada ayam lain baik itu ayam dewasa ataupun anakan ayam. Untuk anakannya sendiri biasanya akan menyerang anakan pada umur 0 sampai 2 minggu, bahaya dari penyakit ini adalah kematian karena tak jarang ayam yang sudah terkena penyakit ini akan mati dalam tempo waktu yang sangat cepat, bila kalian belum mengetahui tentang penyakit ini maka bisa melihat ciri-ciri ayam yang terkena penyakit berak kapur dibawah ini.
  1. Kotoran ayam yang dikeluarkan terlihat encer dan berwarna putih serta ada juga yang berwarna hijau.
  2. Tubuhnya nampak merunduk serta sayapnya terlihat terkulai lemas.
  3. Jenggernya mulai terlihat berwarna keabuan.
  4. Matanya sering menutup dan terlihat layu.
  5. Terjadi kelumpuhan pada kakinya sehingga susah bediri atau berjalan.
Bila ayam kalian terlihat seperti ciri-ciri diatas maka ada kemungkinan ayam tersebut terserang penyakit berak putih, untuk itu segeralah ditangani dengan diberikannya obat, nah obat yang bisa diberikan adalah bawang putih, ini merupakan obat alami atau tradisional sebagai antibiotik untuk membasmi bakteri yang terdapat pada saluran pencernaan. Untuk pemberiannya sendiri terbilang mudah, cukup siapkan bawang putih secukupnya lalu diiris kecil-kecil kemudian diberikan pada ayam yang terkena penyakit ini pada waktu pagi dan sore hari atau tergantung seberapa parah penyakit tersebut. Selain untuk obat, bawang putih juga bisa digunakan sebagai pencegah, jadi untuk mengantisipasi ayam kalian terserang penyakit bisa diberikan bawang putih ini.


sumber : 
infoternak.2015.mengatasiberakkapurpadaternak.http://www.infopeternakan.com/mengobati-penyakit-berak-kapur-ayam-secara-alami.html.diaksespada2januari2017

faktor yang mempengaruhi keberhasilan

Saya merasa telah pandai mengatur uang, akan tetapi mengapa saya belum sukses”, ini adalah pertanyaan dari salah satu Peserta pada Acara Bimbingan Teknis Bagi Pelaku Usaha, Industi dan/atau Usaha Kecil dan Menengah yang dilaksanakan oleh Dinas Koperasi dan UKM Daerah Kota Blitar, kebetulan dalam paparan saya menyampaikan bahwa,  salah satu KUNCI KESUKSESAN  kita dalam berusaha adalah sejauhmana kita mampu dan pandai mengatur UANG ..??, kepintaran dan kepandaian dalam mengatur uang bukan-lah syarat mutlak seseorang mencapai sukses dalam berusaha, karena masih ada faktor-faktor lain yang harus mampu kita pahami dan laksanakan, dan tentunya faktor-faktor tersebut tidak kalah penting;Berarti bahwa kesuksesan berusaha tersebut akan tercapai jika kita mampu mengelola dan melaksanakan faktor-faktor tersebut dengan baik, dimana faktor-faktor tersebut adalah :


1. Selalu BERDOA dan BERUSAHA,  manusia sebagai hamba Allah memiliki kewajiban untuk terus berdoa dan tawaduq dihadapan-Nya, dan manusia dalam kaitannya dengan tujuan hidup maka ia harus selalu berusaha; jadi ketika ada usaha mesti di-imbangi dengan doa demikian sebaliknya. Ketika kita hanya berdoa saja tanpa usaha tentu keberhasilan dan kesuksesan hanya benar-benar menjadi MIMPI.

2. Ingin Terus Selalu Belajar; keinginan untuk berubah dan juga mencapai keberhasilan dalam usaha harus didukung pula dengan keinginan kita untuk selalu belajar dan mengembangkan diri, karena jaman terus berkembang, tentu permasalahan dan tingkat persaingan juga semakin kompleks.

3. Tidak Takut Gagal (Berani Ambil Resiko), resiko merupakan bagian dari sebuah keberhasilan, semakin tinggi resiko semakin besar kemungkinan kita berhasil, karena keberhasilan penuh dengan tantangan, tidak ada sebuah keberhasilan tanpa usaha keras;

4. Terus Ber-Inovasi; jangan pernah puas dengan apa yang telah dicapai,  terus melakukan perubahan terhadap hasil kerja adalah sebuah bentuk inovasi; produk yang monoton dan stagnan tanpa perubahan lambat laun akan dikalahkan oleh pesaing. Sebaik dan sebagus mungkin produk tersebut.

5. Mampu Menyesuaikan Diri; Kemampuan seseorang dalam melihat Kekuatan, Kelemahan, Peluang dan Ancaman yang ada pada dirinya adalah salah satu hal yang bisa digunakan untuk menyesuaikan diri pada setiap situasi dan kondisi apapun dalam menggapai keberhasilan usaha.

6. Memiliki Rasa Percaya Diri; jika 5 hal tersebut diatas sudah kita laksanakan dengan baik, maka kita harus memiliki rasa percaya diri yang tinggi, kepercayaan diri akan USAHA yang kita lakukan pasti berhasil akan menjadikan kita memiliki motivasi tersendiri.

7. Selalu Berpikir Positif; berpikir positif merupakan energi tersendiri bagi kita untuk mengawali langkah kita dalam berusaha, karena ketika kita berpikir negatif terhadap usaha yang akan kita lakukan maka yang ada adalah keraguan untuk melangkah dan bertindak, dan ini hanya akan menjadi kendala dalam menggapai keberhasilan.

8. Mampu Mengelola Keuangan Dengan Baik; tujuh hal tersebut diatas akan sulit tercapai ketika apa yang kita hasilkan tidak dapat kita kelola dengan baik, terutama masalah keuangan, usaha industri, perdagangan, jasa ataupun produksi tentu bertujuan pada laba; dengan demikian maka kita harus memperhatikan arus keuangan pada usaha kita tersebut; Pengelolaan keuangan menjadi sangat penting ketika usaha yang kita laksanakan tidak segera berujung pada tingkat keuntungan. Maka kemampuan mengelola keuangan sangat diperlukan.
Delapan hal tersebut diatas tentu bersifat fleksible dan kondisional, karena kembali pada tujuan seseorang dalam mencapai keberhasilan atau kesuksesan itu sendiri; pola pikir dan tujuan hidup setiap orang berbeda-beda, hal ini hanya sebuah gambaran secara universal, dan tentunya menjadi hal yang ideal bagi seseorang ketika memandang dan memahami konsep keberhasilan dan kesuksesan dari sisi universal dan tidak dikaitkan dengan sebuah pernyataan  pribadi “bahwa saya hidup tidak butuh uang” … , karena dalam sebuah kehidupan uang bisa mengantarkan kita pada kebahagiaan dunia dan akherat dengan catatan KITA MAMPU MENGELOLA KEUANGAN DENGAN BAIK;
sumber :
mas sugeng.2013.faktor yang mempengaruhi keberhasilan usaha.http://www.ekasulistiyana.web.id/motivasi/bisnis/8-faktor-keberhasilan-dalam-usaha/.diakses pada 21 januari 2017

cara membuat telur asin

Cara membuat telur asin – Siapa yang gak tau telur asin? makanan yang umumnya dibuat dari bahan telur bebek ini memiliki cita rasa asin namun enak di lidah. Selain rasanya yang lezat, telur asin juga memiliki banyak kandungan gizi dan sangat baik untuk anak. Maka dari itu telur asin sangat baik untuk di jadikan lauk pendamping makanan anak.
cara membuat telur asinMakanan yang satu ini sangat mudah di jumapi, biasanya dapat di beli di warung-warung. Namun taukah anda bahwa anda pun bisa membuat telur asin sendiri yang enak dan lezat. Ciri-ciri  telur asin enak biasanya terlihat dari teksturnya yang “Masir” seperti pasir tidak menggumpal.  Mau tau caranya? simak di bawah ini:

CARA MEMBUAT TELUR ASIN

1. Cara Praktis (tidak pakai abu/ bubuk batu bata) namun dijamin tetap “Masir” Bahan:
  • 10-30 Telur bebek  usahakan yang masih segar/ baru
  • 500 gr garam (bisa garam dapur, garam kasar, garam gosok)
  • 1,5 – 2 liter air
  • Toples berbahan plastik atau kaya yang bisa di tutup rapat. Direkomendasikan menggunakan Tupperware)
Cara membuatnya:
  • Rendam telur di dalam air bersih kurang lebih 2 menit. Perhatikan saat merendam “jika telur mengapung” berarti telur tersebut jelek (jangan digunakan).
  • Kemudian bersihkan telur dengan menggunakan sabun dan spon hingga kotoran bersih, tujuanya adalah agar kotoran tidak menyebabkan telur rusak saat proses pengasinan.
  • Keringkan telur yang sudah di cuci bersih tadi, lalu gosok dengan amplas halus, tujuanya adalah agar pori-pori telur terbuka, namun jangan terlalu lama menggosoknya.
  • Kemudian letakkan di toples atau tapperware, susun dengan rapih.
  • Campur garam dan air di tempat lain, setelah garam larut (menjadi air), tuangkan air garam ke toples atau tupperware.
  • Ternyata telur jadi mengapung karena air mengandung garam. Maka solusinya adalah dengan menyiapkan kantong plastik ukuran 1kg yang di isi air (isi 1/2 saja airnya) berfungsi untuk menindih telur agar tenggelam sepenuhnya di dalam air. Pastikan seluruh bagian telur terendam dalam air.
  • Tutup rapat toples atau tupperware, biarkan selama 12 hari sudah bisa di buka rasanya juga sudah enak. Jika ingin lebih “Masir” biarkan selama 3 minggu hasilnya tentunya lebih awet dan tahan.
  • Untuk memask anda bisa memasaknya dengan merebus di air mendidih dengan api sedang selama 1 jam.  Bisa juga di kukus dengan durasi waktu yang sama.
2. Resep dengan bahan abu atau bubuk batu bata Bahan:
  • 10-30 butir telur bebek bermutu bagus (masih baru)
  • Abu gosok atau bubuk batu bata merah 1 ½ liter
  • Garam dapur/ garam gosok/ garam kasar  ½ kg
  • Air bersih
Alat :
  • Ember plastik
  • Kuali tanah atau panci
  • Kompor
  • Alat pengaduk
  • Stoples atau alat penyimpan telur
  • Pastikan telur benar-benar baik tidak retak atau busuk (bisa dengan cara merendam di air, telur yang mengapung berarti jelek, jangan dipakai).
  • Bersihkan telur dengan air bersih atau air hangat kemudian dilap kemudian dikeringkan.
  • Agar garam bisa meresap maka sebaiknya telur diamplas. Tujuannya agar pori-pori telur terbuka.
  • Buat campuran untuk mengasinkan telur, caranya dengan mencampur abu gosok/ bubuk bata dan garam, dengan perbandingan sama (1:1).
  • Tambah air pada campuran tadi hingga menjadi seperti pasta.
  • Langkah selanjutnya cara membuat telur asin ini dengan membungkus telur dengan adonan satu persatu pada permukaan telur dengan ketebalan 1-2 mm
  • Selanjutnya simpan telur dalam kuali atau ember plastik 15 – 20 hari. Usahakan dalam proses penyimpanan terur tidak pecah atau retak.
  • Setelah waktu yang ditentukan, bersihkan telur asin dari pasta campuran kemudian bersihkan.
  • Telur sudah bisa di masak (rebus maupun kukus)
Daftar Pustaka :
Achmad.2017. Cara Membuat Telur Asin Mudah Dan Enak. http://www.likethisya.com/cara-membuat-telur-asin-mudah-dan-enak.html. Diakses pada tanggal 12 Januari 2017.

CARA BETERNAK KELINCI UNTUK PEMULA

CARA BETERNAK KELINCI UNTUK PEMULA

Cara Beternak Kelinci Untuk Pemula - Hai Sobat sapicool, beternak kelinci bisa menjadi alternatif pemasukan tambahan atau bahkan sumber pemasukan utama bagi para pencinta hewan. Namun sayangnya, kebanyakan pencinta hewan kelinci di Indonesia belum banyak menangkap peluang tersebut, mereka lebih condong ke arah hobi untuk mengisi waktu luang dengan memelihara kelinci tanpa ada niatan untuk mengembangkan peternakan sendiri. Padahal pasar kelinci di Indonesia masih terbuka lebar dan menjanjikan keuntungan bagi para peternaknya.

Para pencinta kelinci bisa mulai beternak dengan skala rumahan dengan modal yang sangat kecil. Kandang-kandang kelinci bisa diletakkan di sekitar rumah tanpa perlu menyiapkan lahan dan bangunan khusus. Indukan kelinci yang akan diternakkan pun cukup dua atau tiga pasang saja, sehingga biaya pakan dan perawatan tidak terlalu besar. Begitu keuntungan sudah didapatkan, para pencinta kelinci bisa memperbesar skala peternakannya sedikit demi sedikit.

Menarik bukan Sob? Bila Sobat pecinta kelinci yang ingin mencoba beternak skala rumahan, ane sarankan untuk segera saja memulainya tanpa perlu banyak berpikir karena Sobat sudah punya modal yang paling penting, yaitu kecintaan terhadap kelinci dan sedikit banyak sudah mengerti pola-pola pemeliharaan kelinci. Namun perlu diingat, memelihara untuk sekedar hobi dengan beternak sangat berbeda, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan dan diperhatikan sebelum memulainya.

Berikut ini hal-hal yang perlu dipersiapkan sebelum mulai beternak kelinci skala rumahan dan tahapan-tahapannya :
  • Hal pertama yang perlu dipersiapkan adalah tempat di mana kandang kelinci akan diletakkan. Kandang harus diletakkan di tempat yang tidak bising, jarang orang yang berlalu lalang, mendapatkan sinar matahari dan memiliki sirkulasi udara yang baik. Perlu diingat, letakkan kandang jauh dari tempat makan dan dapur.
Cara Beternak Kelinci Untuk Pemula Bisnis Rumahan Modal Kecil
  • Selanjutnya siapkan kandang kelinci yang akan digunakan. Ukuran kandang bisa disesuaikan dengan banyaknya kelinci yang akan diternakkan dan luas ruangan yang digunakan. Untuk lebih praktisnyakarena ini peternakan skala rumahan, para pencinta kelinci bisa membeli kandang yang cocok di toko hewan peliharaan. Nantinya bila skala peternakan semakin besar, kandang bisa dibuat sendiri untuk menekan modal pembelian kandang.
Cara Beternak Kelinci Untuk Pemula Bisnis Rumahan Modal Kecil
  • Kemudian, siapkan indukan yang akan diternakan. Indukan memegang peranan yang paling penting dalam kesuksesan beternak kelinci. Belilah indukan yang benar-benar bagus di tempat yang terpercaya, jangan tergiur harga murah. Mungkin anda akan mengeluarkan modal paling besar untuk membeli indukan.
Cara Beternak Kelinci Untuk Pemula Bisnis Rumahan Modal Kecil
  • Pakan menjadi hal yang penting untuk diperhatikan. Biasanya para peternak kelinci mengkombinasikan antara pakan pelet dan pakan sayuran. Namun ada beberapa peternak yang hanya menggunakan pelet dengan alasan kemudahan dan kandungan gizi yang lebih lengkap. Pada dasarnya jenis pakan yang akan diberikan sepenuhnya adalah pilihan para peternak, namun para peternak harus mencermati hitung-hitungan bisnis agar usaha peternakannya tetap menguntungkan. Pakan pelet pabrikan memiliki harga yang cukup mahal tergantung kualitasnya, bila kelinci yang diternakkan adalah kelinci hias ras mahal, berikan pakan pelet terbaik karena harga jual akhir akan tetap menguntungkan, bila kelinci yang diternakkan adalah kelinci hias ras biasa atau kelinci pedaging sebaiknya kombinasikan dengan pakan libah sayuran.
Cara Beternak Kelinci Untuk Pemula Bisnis Rumahan Modal Kecil
  • Pemberian pakan bisa dilakukan pada pagi dan siang hari, yang terpenting jangan campurkan antara pakan pelet dengan sayuran pada saat pemberian pakan. Pelet bisa diberikan pada pagi hari dan sayuran pada sore hari atau sebaliknya. Beberapa buku dan literatur menyebutkan, kelinci membutuhkan pakan sebesar 5-6% berat tubuhnya, sehingga para peternak perlu memberikan pakan secara cermat, jangan terlalu berlebihan dan jangan sampai kekurangan.
Cara Beternak Kelinci Untuk Pemula Bisnis Rumahan Modal Kecil
  • Bila indukan kelinci sudah siap kawin, maka indukan tersebut akan kawin dengan sendirinya. Perkawinan bisa dilakukan dengan mencampurkan satu indukan jantan dengan satu indukan betina atau mencampurkan satu indukan jantan dengan tiga indukan betina. Selalu perhatikan indukan-indukan tersebut, apakah terjadi perkawinan atau tidak dan perhatikan pakan yang diberikan agar nutrisi yang dibutuhkan kelinci terpenuhi.
Cara Beternak Kelinci Untuk Pemula Bisnis Rumahan Modal Kecil

Langkah-langkah Cara Beternak Kelinci Untuk Pemula di atas merupakan langkah yang paling sederhana untuk memulai usaha ternak kelinci skala rumahan, perlu langkah-langkah yang lebih banyak lagi agar usaha peternakan lebih menguntungkan. Bila Sobat sapicool pencinta kelinci tentu sudah memiliki banyak referensi untuk mengembangkan langkah-langkah di atas. Selamat mencoba..
 
 
 
sumber : sampahblog.2015.budidaya kelinci.http://www.sampahblogger.com/2015/05/cara-beternak-kelinci-untuk-pemula.html.diakses pada 21 januari 2017


ANTRAKS

B. anthracis  adalah bakterium pertama yang ditunjukkan dapat menyebabkan penyakit. Hal ini diperlihatkan oleh Robert Koch pada tahun 1877...